INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, posisi IHSG saat ini dinilai berada di persimpangan. Karena itu, pekan ini jadi penentuan apakah indeks cetak rekor baru atau sebaliknya. Tujuh saham layak dilirik.
Pada perdagangan Jumat (27/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 79,44 poin (1,98%) ke angka 4.084,212 dengan intraday tertinggi 4.088,832 dan terendah 4.033,335. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 18,23 poin (2,68%) ke angka 698,856.
Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat cukup signifikan dengan ditutup di level 4.084dengan volume transaksi sekitar Rp6,6 triliun. “Dilihat dari tren dan pola chart-nya, secara teknikal tren IHSG sepanjang bulan Juli ini sideways,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurutnya, bila Anda perhatikan, indeks bergerak dalam batas bawah (support di 3.950-3.970) dan batas atas (resistancepertama di 4.085-4.100). “Perclosing Jumat (27/7/2012), indeks berada di batas atas atau di level resistancepertamanya,” ujarnya.
Menurutnya, indeks membentuk pola Double Top dengan area resistancepertama sebagai area top dan area support sebagai neckline.
Lebih jauh Tommy menjelaskan, IHSG berada di persimpangan. Menurut dia, bila Indeks sanggup menembus level resistancepertama, indeks akan melaju ke target di resistancekedua 4.210-4.230.
Sebaliknya, bila tidak kuat menembus resistancepertama, indeks akan balik arah menuju level support 3.950-3.970. “Jadi di pekan ini akan menjadi pekan penentuan apakah indeks sanggup keatas atau balik arah,” ungkap dia.
Bila balik arah, Tommy merekomendasikan untuk jual. Sebaliknya, bila sanggup menembus resistancedia merekomendasikan untuk buy /hold portofolio yang telah dimiliki. “Menurut saya kuncinya dalam sepekan ke depan adalah di sektor perbankanatau finansial,” kata dia.
Dia menegaskan, sektortersebut adalah penggerak Indeks. Bila sektor ini melaju, indeks bukan tidak mungkin akan mencapai All Time High kembali dalam 1-2 pekan kedepan.
Di atas semua itu, Tommy merekomendasi tujuh saham untuk perdagangan pekan ini. Bisa dilirik saham-saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA).
Di sektor ritel, bisa dilirik saham PT Mitra Adi Perkasa (MAPI)dan PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS). Lalu, untuk semen dan Jalan tolTommy merekomendasikan PT Holcim Indonesia (SMCB)dan PT Jasa Marga (JSMR). “Hindari sementara saham-saham tambang, energi dan properti,”kata Tommy mewanti-wanti.