INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) diperkirakan sulit untuk mencapai target penjualan alat berat Komatsu hingga 8.500 unit di tahun ini.
Demikian dikatakan analis saham AM Capital, Andre Mahardika, Jumat (20/7/2012). Sebab UNTR harus menjual sebanyak 712 unit per bulan di sisa akhir tahun ini. "Kami anggap cukup sulit untuk mencapai tingkat volume penjualan terebut," katanya.
Perseroan per Juni 2012 mengalami penutunan penjualan alat berat Komatsu menjadi 502 unit dari bulan sebelumnya 773 unit. Untuk penjualan semester I tahun ini turun 2,3 persen dari 4.333 unit menjadi 4.232 unit.
Penurunan tersebut karena sektor pertambangan batu bara yang menjadi pasar utamanya sedang tertekan dengan penurunan harga batu bara di pasar global. Harga batu bara di pasar Newcastle berada di US$83,1 per ton pada bulan Juni atau terandah sejak 31 bulan terakir atau Desember 2009.
Penjualan bulan Juni 2012 untuk sektor kehutanan mencapai 28 unit atau terndah sejak 6 bulan terakhir. Penjualan untuk proyek mencapai 57 unit atau terendah sejak Agustus 2011.
Kontraktor pertambangan ini mencatat karena rendanya keterseidaan alat berat salah satu anak usahanya PT Prima Multi Mineral (PMM) di bulan Juni. Selain itu di salah satu klien PMM terjadi aksi masa menghadap lokasi pertambangan selama 7 hari. Namun saat ini telah beroperasi lagi.
Penjualan batu bara mencapai 441.000 ton. Saat ini perseroan menunggu kenaikan harga batu bara lagi untuk meningkatkan volume penjualan. Sebab perseroan tidak mengalami masalah dalam produksi batu bara.
Pada penutupan perdagangan Jumat (20/7/2012) saham UNTR turun Rp750 ke Rp21.750 dengan volume 30.930 saham senilai Rp337,5 miliar sebanyak 3.372 kali transaksi.