Kamis, 20 Juni 2013 | 01:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Fakta Pembukuan Garda Tujuh Buana
Headline
inilah.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Sabtu, 21 Juli 2012 | 15:42 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Periode 30 Juni 2012, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) membukukan saldo kas mencapai Rp1 triliun dibandingkan Rp117,7 miliar per 31 Desember 2011.

Pada periode tersebut, perseroan juga mengalami peningkatan laba bersih menjadi Rp939,8 miliar dari Rp12,7 miliar pada periode yang sama tahun 2011. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (20/7/2012). Kinerja tersebut didukung perolehan penjualan perseroan yang mencapai Rp1,1 triliun dari Rp36,2 miliar pada periode yang sama 2011.

Catatan lain, keuangan perseroan adalah piutang usaha meningkat menjadi Rp103,7 miliar dari Rp59,1 miliar. Hal ini didorong peningkatan penjualan selama enam bulan pertama tahun ini. Nilai tersebut sama dengan 43 hari penjualan dibandingkan dengan 67 hari penjualan per 31 Desember 2011.

Namun persediaan perseroan mengalami penurunan menjadi Rp5,2 miliar dari Rp17,6 miliar per 31 Desember 2011. Dengan modal kerja yang lebih baik, manajemen dapat menurunkan tingkat persediaan dari 34 hari seperti pada 31 Desember menjadi 5 hari untuk periode enam bulan pertama tahun ini.

Perseroan memasukan biaya dibayar dimuka sebesar Rp24,6 miliar dari Rp200,3 juta per 31 Desember 2011. Dana itu untuk membayar biaya pemeliharaan peralatan ke penyedia jasa yang pada 31 Desember 2011 dihapusbukukan. Serta pembayaran kepada penyedia tongkang selama enam bulan pertama 2012.

Untuk utang usaha, persermian memiliki kewajiban sebesar Rp5,6 miliar dari Rp2,8 miliar per 31 Desember 2011. Peningkatan ini dengan invoice dari PT Geoservices selaku penyedia tes laboratorium untuk kargo batu bara dan invoice dari penyedia suku cadang peralatan pertambangan.

Dalam periode tersebut, utang pajak perseoran turun menjadi 345,4 juta dari Rp9,5 miliar per 31 Desember. Perusahaan juga masih memiliki pos biaya yang masih harus dibayar mencapai Rp61,2 miliar dari Rp13,8 miliar per 31 Desember 2011. Biaya ini untuk pembayaran tongkang, royalti tanah, biaya reklamasi selama enam bulan pertama 2012.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.