Rabu, 22 Mei 2013 | 08:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Melirik Peluang IDKM dan SCMA PascaStock Split
Headline
Ukie Jaya Mahendra - inilah.com
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Jumat, 20 Juli 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yaitu PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) berencana melakukan stock split atau pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5. Bagaimana prospeknya?

Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Ukie Jaya Mahendra menuturkan, kedua perseroan melakukan stock split untuk meningkatkan likuiditas saham. Dengan stock split tersebut, perseroan dapat melakukan aksi korporasi lain untuk ekspansi usaha.

"Selain itu, langkah stock split dilakukan agar lebih banyak investor ritel dapat memiliki kedua saham tersebut,"ujarnya kepada INILAH.COM.

Kedua manajemen IDKM dan SCMA menyampaikan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan stock split dengan ratio 1:5. Stock split tersebut bertujuan untuk meningkatkan likuiditas saham.

Rencana stock split ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Kedua manajemen perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sekitar Agustus/September 2012 ke depan.

Pada perdagangan saham Kamis (19/7/2012), saham SCMA ditutup naik 1,40% ke level Rp10.850 per saham. Saham IDKM ditutup naik 4,31% ke level Rp6.050 per saham.

Bagaimana peluang kedua saham tersebut setelah stock split?

Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana prospek saham IDKM dan SCMA setelah stock split?
Kalau dilihat secara likuiditas memang cenderung kurang. Dengan stock split diharapkan akan lebih bagus likuiditas sahamnya. Stock split tersebut juga mungkin berkaitan dengan ekspansi yang akan dilakukan perseroan.

Lalu bagaimana minat pelaku pasar terhadap saham IDKM dan SCMA?
Kelihatan likuiditasnya minim sehingga kurang diminati investor. Memang investor harus memperhatikan likuiditas saham IDKM dan SCMA.

Apakah kedua saham sudah mahal?
Kalau itu tergantung dari valuasi sahamnya. PE (price earning )saham SCMA sekitar 30x dan IDKM sekitar 58x. Selain itu, PBV SCMA sekitar 12,6x dan IDKM 64X, memang kalau dilihat relatif mahal. Tapi kedua perseroan ini memiliki potensi pertumbuhan ke depan.

Rekomendasi untuk saham tersebut?
Pelaku pasar dapat hold untuk jangka panjang. Pertumbuhan perseroan masih tinggi kalau didukung dengan ekspansi usaha seperti melakukan perluasan jaringan tv kabel, content diperbanyak. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan dapat mendukung karena berkaitan dengan belanja iklan.

Apakah kedua saham tersebut akan menarik setelah stock split?
Secara historical saham yang melakukan stock split di bursa saham biasanya akan naik.

[ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.