INILAH.COM, Jakarta - PT BNI Securities (BNIS) berencana menangani penerbitan obligasi sebuah perusahaan institusi keuangan.
"Rencananya kami akan menangani penerbitan obligasi sebuah perusahaan keuangan yang nilainya sebesar Rp1 triliun," ujar Direktur Utama BNIS, Jimmy Nyo di Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Adapun penerbitkan obligasi ini rencananya akan dilakukan pada awal tahun depan. PT BNI Securities (BNIS) memprediksi akan terjadi penurunan target transaksi sebesar 30% di 2012. "Target transaksi 2012 sepertinya akan turun sebesar 30% dari yang ditargetkan sebelumnya sebesar Rp250 miliar dan penurunan terjadi di nasabah institusi," ujar Jimmy Nyo.
Per Semester I 2012 rata-rata transaksi perusahaan tercatat turun menjadi hanya Rp150 miliar dari periode yang sama 2011 sebesar Rp170 miliar. "Ini terjadi karena banyak fund manager yang menunda melakukan transaksi karena kondisi krisis global, terutama di Eropa," tukasnya.
Menurutnya, penurunan transaksi ini juga terjadi di bursa, di mana dari target sebesar Rp5,5 triliun di 2012 ini, saat ini baru tercapai Rp4 triliun. Karenanya, Jimmy berharap terjadi pertumbuhan bisnis di syariah, sehingga bisa menopang bisnis di konvensional, sehingga penurunannya tidak terlalu drastis. "Kita berharap bisnis syariah ini bisa menyumbang pertumbuhan sebesar 20% sepanjang sisa tahun ini," katanya. [hid]