Kamis, 20 Juni 2013 | 03:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BNI Securities Prediksi Target Transaksi Turun 30%
Headline
Ist
Oleh: Charles Maruli Siahaan
pasarmodal - Selasa, 17 Juli 2012 | 17:07 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT BNI Securities (BNIS) memprediksi akan terjadi penurunan target transaksi sebesar 30% di 2012.

"Target transaksi 2012 sepertinya akan turun sebesar 30% dari yang ditargetkan sebelumnya sebesar Rp250 miliar," ujar Direktur Utama BNIS, Jimmy Nyo usai acara peluncuran eSmart Syariah di Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Per Semester I 2012 rata-rata transaksi perusahaan tercatat turun menjadi hanya Rp150 miliar dari periode yang sama 2011 sebesar Rp170 miliar. "Ini terjadi karena banyak fund manager yang menunda melakukan transaksi karena kondisi krisis global, terutama di Eropa," tukasnya.

Menurutnya, penurunan transaksi ini juga terjadi di bursa, di mana dari target sebesar Rp5,5 triliun di 2012 ini, saat ini baru tercapai Rp4 triliun.

Karenanya, Jimmy berharap terjadi pertumbuhan bisnis di syariah, sehingga bisa menopang bisnis di konvensional, sehingga penurunannya tidak terlalu drastis. "Kita berharap bisnis syariah ini bisa menyumbang pertumbuhan sebesar 20% sepanjang sisa tahun ini," katanya. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.