Kamis, 23 Mei 2013 | 18:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Total Dana Diraih dari Pasar Modal Capai Rp182,08T
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Selasa, 17 Juli 2012 | 14:56 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Total dana yang diperoleh dari pasar modal mencapai Rp182,08 triliun hingga saat ini.

Demikian seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/7/2012). Total perolehan dana dari pasar modal mencapai Rp182,08 triliun antara lain dari penawaran umum saham perdana senilai Rp5,79 triliun, rights issue senilai Rp10,12 triliun, waran senilai Rp1,39 triliun.

Lalu total penawaran obligasi mencapai Rp122,32 triliun yang terdiri dari obligasi pemerintah senilai Rp122,32 triliun dan obligasi korporasi serta sukuk senilai Rp42,47 triliun. Adaoun baru-baru ini PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan obligasi I tahun 2012 senilai Rp1,25 triliun.

Obligasi tersebut terdiri dari dua seri. Pertama, seri A bertenor 3 tahun senilai Rp250 miliar. Kedua, seri B bertenor 5 tahun senilai Rp1 triliun. Obligasi tersebut mendapatkan rating A dari Pefindo. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Dengan pencatatan tersebut total emisi obligasi yang sudah tercatat sepanjang 2012 adalah 33 emisi dari 38 emiten senilai Rp42,47 triliun.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.