Rabu, 19 Juni 2013 | 22:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Prospek Saham Jalanan
Headline
IST
Oleh: Bastaman
pasarmodal - Selasa, 17 Juli 2012 | 13:53 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Bagi operator jalan tol, musim mudik tak ubahnya dengan masa panen raya. Sebab, di saat seperti ini, jumlah kendaraan yang mondar-mandir di jalan bebas hambatan akan melonjak tajam.

Tahun lalu misalnya, mobil yang ke luar dari gerbang tol Cikampek melonjak hingga 200%. Begitu pula yang ke luar dari gerbang tol Pasteur dan Cileunyi, naik hingga dua kali lipat lebih.

Benar-benar panen, bukan? Makanya, tak aneh kalau banyak analis yang merekomendasikan saham terbitan PT Jasa Marga (JSMR). Menurut Andy Wibowo Gunawan, analis Reliance Securities, JSMR layak menjadi pilihan karena perusahaan ini mengoperasikan 531 km jalan tol atau 76% dari total jalan tol yang ada. “Tanpa ada momen mudik pun, kinerja JSMR sudah bagus,” kata Andy.

Prospek JSMR memang cerah. Pendapatannya dipastikan bakal naik terus seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan gencarnya pembangunan proyek infrastruktur. Ditambah lagi, pemerintah sudah setuju untuk menaikan tarif tol setiap dua tahun sekali.

Untuk 2012, manajemen JSMR menargetkan pendapatannya naik 6% menjadi Rp5,2 triliun. Hingga semester I-2012, perusahaan pelat merah tersebut telah berhasil membukukan pendapatan Rp2,45 triliun atau naik 3,7% dibanding semester I-2011.

Menurut Hasanudin, Direktur Operasional PT Jasa Marga, kenaikan tersebut salah satunya akibat diberlakukannya contra flow. “Sehingga kendaraan yang masuk ke dalam tol Jasa Marga naik 6.000 mobil per hari,” kata Hasanudin.

Inilah yang menjadi salah satu dasar bagi Andy untuk memberikan rekomendasi buy. Rekomendasi serupa juga dikemukakan oleh Betrand Reynaldi, Kepala Riset eTrading Securities. Kedua analis ini optimistis, hingga akhir tahun saham JSMR akan tembus harga Rp6.300. Pada perdagangan Senin (16/7/2012), saham JSMR diperdagangakan di kisaran harga Rp5.450– 5.000.

Prediksi tersebut sangat mungkin menjadi kenyataan mengingat pendapatan perseroan bertumpu pada ruas tol Jakarta–Cikampek–Bandung dan jalan menuju Bandara Soekarno Hatta. Kedua ruas tol tersebut memiliki arus lalu lintas yang paling tinggi dibandingkan ruas tol lainnya. Tahun ini volume kendaraan di dalam tol Jasa Marga akan mencapai 1,3 miliar kendaraan. Lebih tingi dari 2011 yang mencapai 1,1 miliar. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.