INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (17/7/2012) diprediksi akan melanjutkan penguatan di kisaran 3.937-4.085.
Demikian menurut analis saham AM Capital, Andre Mahardika, kemarin. Untuk tekanan beli yang masih mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan perdagangan akhir pekan lalu. “Demikian juga dengan tekanan jual IHSG masih mengalami penurunan jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat pekan lalu,”katanya.
Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). Untuk saham PGAS jika mampu menembus resisten selanjutnya di 3.725, saham ini berpeluang besar melanjutkan penguatan kembali ke level 4.000 dengan minor target 3.850.
Jika PGAS mampu melampaui level 4.000, saham ini akan memasuki fase tren naik yang kuat. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif. “Saham PGAS disarankan beli jika tembus 3.725 dengan stoploss di 3.600,”ujarnya.
Sementara saham BBNI memiliki target harga di 4.150 dengan minor target 4.000. MACD kembali Golden Cross menujukkan terdapat peluang untuk penguatan. “Saham BBNI disarankan beli jika tembus 3.900 dengan stoploss di 3.775,”katanya.
Sedangkan Yuganur Wijanarko dari HD Capital mengatakan, kegagalan IHSG untuk menutup di atas price gap 4.060, menandakan bahwa harapan untuk langsung lanjut ke 4.125 pupus untuk sementara, dan membuka potensi untuk terjadi koreksi minor atau pullback ke 4.020-3.980. “IHSG hari ini bergerak di support 3.980,3.880,3.800 dan resistance 4.060-4.125-4.250,”ucapnya.
Salah satu saham pilihannya adalah Indofood Consumer Brand (ICBP) dengan target harga Rp6.750.
Katalis positif seperti kenaikan permintaan makanan dan minuman bermerek pada bulan puasa diperkirakan dapat menjadi dorongan untuk akumulasi emiten konsumen milik grup Salim ini pada pullback minor koreksi, akibat keadaan overbought (jenuh beli).
Sedangkan sahan Perusahaan Gas (PGAS) direkomendasikan dengan target harga Rp3.775. Menurutnya, bila terjadi koreksi minor ke garis trend pertama di Rp3.650 dan kedua di Rp3.550, rekomen akumulasi di emiten penyuplai gas ke end user domestik milik BUMN ini untuk antisipasi technical rebound.
Adapun kenaikan selama beberapa hari di emiten CPO, BW plantation (BWPT) ini telah mengundang koreksi minor, dengan downside terbatas, “Rekomen speculative buy di support area dengan memperhitungkan cutt loss point. Target harga di Rp1.580”tuturnya.
Arwana Citramulia (ARNA) juga disarankan dengan target harga Rp950. Saham lapis dua ini masih dalam pattern long term uptrend sejak 2007, dan baru saja breakout ke new high, “Bila terjadi pullback koreksi minor bisa dilirik sebagai speculative buy dengan memperhitungkan cutt loss point,”tutupnya. [ast]