INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (12/7/2012) ditutup melemah 30 poin (0,31%) ke angka 9.440/9.450 dari posisi kemarin 9.410/9.420.
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini masih didominasi oleh buruknya sentimen eksternal yang menguatkan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Terutama, setelah rilis minutes Federal Open Market Committee (FOMC) dinihari tadi yang menyebutkan bahwa The Fed memangkas target pertumbuhan ekonomi AS untuk 2012.
Asumsi Produk Domestik Bruto (PDB) AS diturunkan jadi 1,9% hingga 2,4% dari target sebelumnya 2,4% hingga 2,9% untuk 2012. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.480 dengan level terkuat 9.430 dari posisi pembukaan 9.430 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Pada saat yang sama, lanjut Firman, Bank of Japan (BoJ) juga memangkas target pertumbuhan ekonominya. Asumsi PDB Jepang juga dipangkas jadi 2,2% untuk 2012 dari asumsi sebelumnya 2,3%. Begitu juga dengan Bank Indonesia yang memangkas target pertumbuhan ekonomi Indonesia dari kisaran 6,3% hingga 6,7% jadi 6,1% hingga 6,5% untuk 2012.
Selain itu, lanjutnya, rupiah juga mendapat tekanan negatif dari penurunan suku bunga Bank Sentral Korea Selatan dan Brazil yang juga menegaskan kekhawatiran investor terhadap keselamatan ekonomi dunia saat ini.
Bank Sentral Korea Selatan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 0,25% ke level 3% sedangkan Bank Sentral Brazil menurunkan suku bunga acuannya sebesar 0,50% ke posisi 8%.
Belum lagi, Firman menambahkan, data-data ekonomi yang dirilis di Australia yang juga justru memperburuk sentimen. Tingkat pengangguran Australia naik jadi 5,2% untuk Juni 2012 dari sebelumnya 5,1%. "Semua sentimen ini semakin memperkokoh dolar AS dan jadi tekanan bagi mata uang rival-nya termasuk rupiah," tuturnya.
Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 83,589 dari sebelumnya 83,568. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,2211 dari posisi sebelumnya US$1,2236 per euro," imbuh Firman.