INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) telah menyalurkan kredit sebesar Rp18 triliun hingga semester pertama 2012, dari target Rp19 triliun pada 2012.
Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto menuturkan, penyaluran kredit sebagian besar untuk UMKM, sisa korporasi dan menengah. Pihaknya menarngetkan penyaluran kredit sebesar Rp19 triliun pada 2012 dari realisasi kredit 2011 senilai Rp16,03 triliun. Hingga semester pertama 2012, penyaluran kredit mencapai Rp18 triliun.
Perseroan belum akan merevisi target penyaluran kredit pada 2012.. "Penyaluran kredit untuk UMKM mencapai 83%, sekitar 11% untuk korporasi dan sisanya kelas menengah, dengan kisaran nilai Rp500 juta-Rp500 miliar," tutur Hadi, saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/7/2012).
Pihaknya pun memperkirakan Capital Adequacy Ratio (CAR) di atas 22% pada 2012 setelah penawaran umum saham perdana. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan mencapai Rp20 triliun pada 2012. Perseroan menargetkan laba bersih tahun ini sekitar Rp1,2 triliun. Hingga semester pertama, laba bersih telah mencapai Rp500 miliar.
Terkait pengumuman suku bunga acuan BI Rate, Hadi menuturkan, pihaknya masih akan mencermati kondisi pasar untuk mengetahui apakah suku bunga kredit akan diturunkan. "Karena kami bukan leader market sehingga tidak serta merta harus sama dengan BI. Kami lihat pasar dulu," tegasnya.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk melepas 2.983.537.000 saham baru, atau 20% dari modal disetor, setelah penawaran umum saham perdana. Harga saham perdana Rp430 per saham, sehingga total dana yang diraih mencapai Rp1,28 triliun.
Sekitar 80% dana atau Rp1,02 triliun akan digunakan untuk ekspansi kredit, 10% atau Rp128 miliar untuk perluasan jaringan, dan 10% atau Rp128 miliar untuk pengembangan IT. [ast]