INILAH.COM, Jakarta – IHSG tak kuasa berbalik arah. Tekanan jual yang dipicu sentimen negatif bursa regional dan global, membuat indeks longsor 43 poin.
Pada perdagangan Kamis (12/7/2012) sesi pertama, IHSG terjerembab 43,257 poin (1,08%) ke level 3.975,876. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang jatuh 9,777 poin (1,42%) ke level 679,294.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,295 juta lot saham, senilai Rp 1,955 triliun dan frekuensi 63.038 kali. Sebanyak 49 saham naik, sisanya 202 saham turun, dan 73 saham stagnan.
Sektor tambang memimpin koreksi, dengan anjlok 2,15%. Disusul sektor industri dasar yang turun 1,5%, manufaktur dan konsumen yang turun 1,4%, aneka industri 1,3% dan perkebunan 1,1%. Sisanya terkoreksi di bawah 1%.
Bursa Asia terpantau cenderung melemah siang ini, seiring koreksi yang terjadi di bursa AS semalam. Pasar juga mengantisipasi rilis data industrial production Uni Eropa dan GDP China kuartal dua 2012 yang akan dirilis besok. Sementara hharga minyak flat di level US$85.8/barel hari ini.
Asing masih mencatatkan net sell, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp50 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp774 miliar dan transaksi beli mencapai Rp723 miliar.
Beberapa emiten yang masuk jajaran top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 58.600, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 37.150, Succaco (SCCO) turun Rp 500 ke Rp 4.400, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 15.000.
Sedangkan emiten-emiten yang masih tercatat di jajaran top gainers antara lain Taisho (SQBI) naik Rp 43.000 ke Rp 270.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Indomobil (IMAS) naik Rp 100 ke Rp 7.350, dan Modern International (MDRN) naik Rp 90 ke Rp 780.
Indeks Hang Seng jatuh 310,11 poin (1,60%) ke level 19.109,76, indeks Nikkei 225 Tokyo turun 112,43 poin (1,27%) ke level 8.738,57 dan indeks Komposit Shanghai melemah 6,03 poin (0,28%) ke level 2.169,35. [ast]