INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, IHSG tampak ragu lanjutkan penguatan Kamis (12/7/2012) ini. Tapi, ada empat saham yang dijagokan dan enam saham patut dicermati.
Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, dari posisi dan pola candle yang terbentuk, terlihat IHSG ragu untuk melanjutkan kenaikannya meski asing telah kembali mencatatkan net buy.Aksi profit taking bisa saja kembali muncul karena pelaku pasar akan memilih mengamankan posisinya. “Apalagi bila sentimen yang ada tidak mendukung dan menghambat kenaikan yang seharusnya terjadi,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Rabu (11/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 9,46 poin (0,24%) ke angka 4.019,133 dengan intraday tertinggi 4.022,883 dan terendah 4.001,172. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 3,17 poin (0,46%) ke angka 689,071.Berikut ini wawancara lengkapnya:
IHSG menguat tipis 0,24% ke 4.019,13. Apa yang terjadi?
IHSG dalam kondisi serba wait & see dan berbarengan dengan Pilkada DKI yang dikhawatirkan akan mengganggu transaksi di BEI. Namun, IHSG kembali tetap mempertahankan posisinya di area hijau.
Di satu sisi,pelaku pasar memang mendapat sentimen positif dari pertemuan para Menteri Keuangan Uni Eropa yang akan merekapitalisasi perbankan Spanyol dan penggunaan dana The European Stability Mechanism (ESM). Tujuannya untuk membantu negara-negara zona Euro yang bermasalah.
Akan tetapi,di sisi lain pelaku pasar juga mendapat sentimen negatif dari estimasi penurunan kinerja emiten-emiten di AS. Meski demikian, pelaku pasar masih melakukan pembelian meski terbatas sehingga membuat IHSG masih dapat bertahan dalam area tersebut.
Bahkan, saat pembukaan bursa saham Eropa yang melemah pun tetap membuat IHSG bertahan di zona positif. Sebab, sebelumnya pasar saham Asia, khususnya HongKong dan China berbalik menjadi positif.Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia Pasifik bergerak variatifseiring masih adanya kecemasan pelaku pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi global. Hal itu dikhawatirkan dapat mempengaruhi kinerja dari para emiten.
Bagaimana Anda melihat arah IHSG Kamis (12/7/2012) ini?
Untuk itu, pada perdagangan Kamis (12/7/2012)ini, IHSG berada pada support 3.984-4.004 dan resistance 4.029-4.042.
Cenderung menguat atau melemah?
Secara teknikal IHSG membentuk pola spinning dimana sebelumnya telah membentuk pola tweezers bottom dan melanjutkan kenaikannya. Posisi candle masih di bawah upper bollinger bands. Moving Average Convergence-Divergence (MACD)tertahan penurunannya dengan histogram positif yang mendatar.
The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik terbatas mendekati di area overbought.Dari posisi dan pola candle yang terbentuk, terlihat IHSG ragu untuk melanjutkan kenaikannya meski asing telah kembali mencatatkan net buy.
Ragu menguat, maksud Anda?
Aksi profit taking bisa saja kembali muncul karena pelaku pasar akan memilih mengamankan posisinya. Apalagi bila sentimen yang ada tidak mendukung dan menghambat kenaikan yang seharusnya terjadi.
Saham-saham pilihan Anda?
Antara lain, PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)dengan support Rp4.350-4475dan resistance Rp4.675-4775dengan target harga Rp4.650. Terbentuknya candle positif setelah pola three black crows seharusnya bisa mengindikasikan adanya potensi kenaikan. Apalagi, stochastic juga mulai reversal naik dari area oversold.
PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS)dengan support Rp7.050-7.150dan resistance Rp7.400-7.550 dengan target harga Rp7.350. Penurunan selama lima kali berturut-turut dan diakhiri dengan candle hammer menunjukkan adanya pola menahan agar harga tidak terus bergerak turun. Indikator RSI yang mencoba reversal naik seharusnya dapat membuat pergerakan harga berbalik arah naik.
PT Gudang Garam (GGRM)dengan support Rp58.550-59.000 dan resistance Rp60.250-60.950dengan target price Rp59.700.Terbentuknya candle inverted hammer dan didukung oleh indikator stochastic yang mencoba reversal naik dari area oversold seharusnya dapat membuka potensi kenaikan pada saham ini.
PT Global Mediacom (BMTR)dengan support Rp1.450-1.480dan resistance Rp1.530-1.550dengan target harga Rp1.540. Terbentuknya pola piercing line setelah penurunan tajam dua kali berturut dan didukung oleh indikator RSI yang gagal menuju area oversold serta reversal naik seharusnya memberikan peluang bagi saham ini untuk dapat menguat.
Selain keempat saham tersebut?
Saham lain yang bisa dicermati adalah PT Tempo Scan Pacific (TSPC), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Indika Energy (INDY), dan PT Bank Negara Indoensia (BBNI).