Minggu, 26 Mei 2013 | 12:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IHSG Ragu Naik, Empat Saham Dijagokan
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Kamis, 12 Juli 2012 | 09:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Dilihat dari posisi dan pola candle yang terbentuk, IHSG tampak ragu untuk melanjutkan kenaikannya Kamis (12/7/2012) ini. Tapi, empat saham dijagokan! Apa saja?

Pada perdagangan Rabu (11/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 9,46 poin (0,24%) ke angka 4.019,133 dengan intraday tertinggi 4.022,883 dan terendah 4.001,172. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 3,17 poin (0,46%) ke angka 689,071.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, IHSG dalam kondisi serba wait & see dan berbarengan dengan Pilkada DKI yang dikhawatirkan akan mengganggu transaksi di BEI. Namun, IHSG kembali tetap mempertahankan posisinya di area hijau.

Di satu sisi,lanjutnya, pelaku pasar memang mendapat sentimen positif dari pertemuan para Menteri Keuangan Uni Eropa yang akan merekapitalisasi perbankan Spanyol dan penggunaan dana The European Stability Mechanism (ESM). “Tujuannya untuk membantu negara-negara zona Euro yang bermasalah,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (11/7/2012).

Akan tetapi,lanjut Reza, di sisi lain pelaku pasar juga mendapat sentimen negatif dari estimasi penurunan kinerja emiten-emiten di AS. “Meski demikian, pelaku pasar masih melakukan pembelian meski terbatas sehingga membuat IHSG masih dapat bertahan dalam area tersebut,” ujarnya.

Bahkan, kata Reza, saat pembukaan bursa saham Eropa yang melemah pun tetap membuat IHSG bertahan di zona positif. Sebab, sebelumnya pasar saham Asia, khususnya HongKong dan China berbalik menjadi positif.

Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia Pasifik bergerak variatifseiring masih adanya kecemasan pelaku pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi global. Hal itu dikhawatirkan dapat mempengaruhi kinerja dari para emiten.

Untuk itu, pada perdagangan Kamis (12/7/2012)ini, Reza memperkirakan, IHSG berada pada support 3.984-4.004 dan resistance 4.029-4.042. “Secara teknikal IHSG membentuk pola spinning dimana sebelumnya telah membentuk pola tweezers bottom dan melanjutkan kenaikannya,” ujarnya.

Posisi candle masih di bawah upper bollinger bands. Moving Average Convergence-Divergence (MACD)tertahan penurunannya dengan histogram positif yang mendatar. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik terbatas mendekati di area overbought.

Menurut dia, dari posisi dan pola candle yang terbentuk, terlihat IHSG ragu untuk melanjutkan kenaikannya meski asing telah kembali mencatatkan net buy. “Aksi profit taking bisa saja kembali muncul karena pelaku pasar akan memilih mengamankan posisinya. Apalagi bila sentimen yang ada tidak mendukung dan menghambat kenaikan yang seharusnya terjadi,” tuturnya.

Di atas semua itu, dia merekomendasikan positif empat saham. Antara lain, PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)dengan support Rp4.350-4475dan resistance Rp4.675-4775dengan target harga Rp4.650. “Terbentuknya candle positif setelah pola three black crows seharusnya bisa mengindikasikan adanya potensi kenaikan. Apalagi, stochastic juga mulai reversal naik dari area oversold,” tandas Reza.

PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS)dengan support Rp7.050-7.150dan resistance Rp7.400-7.550 dengan target harga Rp7.350. “Penurunan selama lima kali berturut-turut dan diakhiri dengan candle hammer menunjukkan adanya pola menahan agar harga tidak terus bergerak turun. Indikator RSI yang mencoba reversal naik seharusnya dapat membuat pergerakan harga berbalik arah naik,” timpalnya.

PT Gudang Garam (GGRM)dengan support Rp58.550-59.000 dan resistance Rp60.250-60.950dengan target price Rp59.700.“Terbentuknya candle inverted hammer dan didukung oleh indikator stochastic yang mencoba reversal naik dari area oversold seharusnya dapat membuka potensi kenaikan pada saham ini,” tutur Reza.

PT Global Mediacom (BMTR)dengan support Rp1.450-1.480dan resistance Rp1.530-1.550dengan target harga Rp1.540. “Terbentuknya pola piercing line setelah penurunan tajam dua kali berturut dan didukung oleh indikator RSI yang gagal menuju area oversold serta reversal naik seharusnya memberikan peluang bagi saham ini untuk dapat menguat,” ujarnya.

Saham lain yang bisa dicermati adalah PT Tempo Scan Pacific (TSPC), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Indika Energy (INDY), dan PT Bank Negara Indoensia (BBNI).

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.