Sabtu, 25 Mei 2013 | 23:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasar Kecewa ESM Uni Eropa Menggantung
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 11 Juli 2012 | 18:55 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – IHSG dan rupiah kompak menguat. Padahal, pasar masih menyimpan kekecewaan atas Mahkamah Agung Jerman yang menggantungkan status ESM Uni Eropa.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh aksi short covering jelang Federal Open Market Committee (FOMC) minutes Kamis (12/7/2012) dinihari nanti. Menurutnya, pasar melakukan profit taking atas dolar AS pascapenguatan tajam dolar AS.

Rilis minutes itu, lanjut Firman, mungkin akan memberikan gambaran seberapa besar dari para petinggi bank sentral AS yang menginginkan adanya pelonggaran lebih lanjut. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya 9.410 setelah mencapai level terlemahnya 9.465 dari posisi pembukaan 9.435 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (11/7/2012).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta,Rabu (11/7/2012) ditutup menguat 15 poin (0,15%) ke angka 9.410/9.420 dari posisi kemarin 9.425/9.435.

Lebih jauh dia menjelaskan, bursa saham AS sempat jatuh dan jadi tekanan negatif bagi rupiah setelah pasar kecewa dengan kembali tertundanya keputusan dari Mahkamah Agung Jerman. Keputusan itu untuk memberikan persetujuan atas dana bailout European Stability Mechanism (ESM) dan Pakta Fiskal Eropa. "Ada kekhawatiran, tidak jelasnya kapan MA Jerman akan memberikan keputusan yang mungkin makan waktu hingga tiga bulan mendatang," ujarnya.

Masalahnya, kata Firman, semakin lama persetujuan itu diberikan, semakin lama pula ESM untuk bisa diaktifkan. "Pada saat yang sama, yield obligasi pemerintah Spanyol dan Italia masih berada di level tinggi," tuturnya.

Kekhawatiran terhadap Eropa juga semakin memburuk setelah perdana menteri Italia mengutarakan kemungkinan perlunya Italia menggunakan bailout sewaktu-waktu.

Di sisi lain, pasar juga masih fokus pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan pasar masih wait and see. "Meski suku bunga masih akan tidak berubah dari level 5,75%, tapi pasar mencemaskan nada pesimisme BI atas pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucap dia. "Karena itu, penguatan rupiah hanya bersifat sementara akibat profit taking dolar AS."

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun ke 83,183 dari posisi sebelumnya 83,400. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,2281 dari posisi sebelumnya US$1,2241 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sejak siang tadi belanja karena IHSG terlihat bakal ditutup diatas resistance4.010. “Kok berasa masuk perangkap ya?” tanya Satrio di Jakarta, Rabu (11/7/2012).

Menurut dia, kalau melihat candle dari Dow Jones Industrial Average (DJIA) semalam, ada‘hammer yang dimakan’. “DJI ditutup dibawah level terendah dari hammer yang muncul sebelumnya,” papar Satrio. “Karena itu, sinyal DJIA adalah bearish.”

Akan tetapi, lanjutnya, Hang Seng Index (HSI) naik, Dow Jones Futures naik, dan IHSG juga tutup diatas 4.010.“Kalau melihat semua ini, sulit bagi IHSG untuk ditutup tidak dengan signal bullish,” timpal dia.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) menguat 9,46poin (0,24%) ke angka 4.019,133.

“Ah, masuk perangkap atau tidak, itu saya pikir besok saja. Yang jelas, sore hari ini, saya disiplin untuk positioning. Saya berusaha agak ekpose saya pada batubara tidak terlalu besar. Saya lebih suka saham-saham yang berbasis konsumsi dalam negeri,” ungkap dia.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.