INILAH.COM, Jakarta – Meski sempat diwarnai tipisnya transaksi, IHSG berhasil tutup di atas 4.010 yang jadi sinyal bullish. Tapi, dengan sinyal DJIA yang bearish, bullish itu ditakutkan jadi perangkap.
Pada perdagangan Rabu (11/7/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
)ditutup naik ke 4.019,133atau menguat 9,455 poin (0,24%). Begitu juga indeks saham unggulan LQ45
yang naik 0,46% ke 689,07.
Tiga sektor yang mengalami penguatan adalah sektor perkebunan naik 2,26% ke 2.372,35, sektor konsumsi naik 1,29% ke 1.538,35, dan sektor industri dasar naik 0,75% ke 438,32.
Sebanyak 127 saham menguat, 116 saham stagnan, dan 112 saham melemah. Volume perdagangan tercatat 2,084 miliar dengan nilai transaksi perdagangan Rp3,217 triliun. Investor asing tercatat rajin memborong saham dengan net foreign buy Rp262,154 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sejak siang tadi belanja karena IHSG terlihat bakal ditutup diatas resistance4.010. “Kok berasa masuk perangkap ya?” tanya Satrio di Jakarta, Rabu (11/7/2012).
Menurut dia, kalau melihat candle dari Dow Jones Industrial Average (DJIA) semalam, ada‘hammer yang dimakan’. “DJI ditutup dibawah level terendah dari hammer yang muncul sebelumnya,” papar Satrio. “Karena itu, sinyal DJIA adalah bearish.”
Akan tetapi, lanjutnya, Hang Seng Index (HSI) naik, Dow Jones Futures naik, dan IHSG juga tutup diatas 4.010.“Kalau melihat semua ini, sulit bagi IHSG untuk ditutup tidak dengan signal bullish,” timpal dia.
“Ah, masuk perangkap atau tidak, itu saya pikir besok saja. Yang jelas, sore hari ini, saya disiplin untuk positioning. Saya berusaha agak ekpose saya pada batubara tidak terlalu besar. Saya lebih suka saham-saham yang berbasis konsumsi dalam negeri,” ungkap dia.