INILAH.COM, Jakarta - Harga saham perdana PT Tri Banyan Tirta Tbk dibuka dibuka di level Rp300 per saham dari saham perdana Rp210 pada perdagangan saham Selasa (10/7/2012).
Emiten berkode ALTO ini sempat menyentuh level tertinggi Rp315 per saham dan terendah Rp 260. Saham ALTO ditransaksikan di level Rp315 dengan frekuensi 65 kali dengan volume 9.000 lot senilai Rp1 miliar. Saham Alto naik sekitar 42,8%.
PT Tri Banyan Tirta Tbk mencatatkan saham perdana di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode ALTO sebagai emiten ke-10 pada perdagangan saham Selasa (10/7/2012).
Perusahaan yang bergerak di bisnis air minum ini menawarkan 300 juta saham ke publik dengan harga Rp210 per saham. Dana yang berhasil diraih sebesar Rp63 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana.
Selain itu, jumlah saham perusahaan yang dicatatkan sebesar 1,25 miliar saham sehingga total saham yang dicatatkan di BEI sebesar 1,55 miliar. Kapitalisasi pasar saham perseroan mencapai Rp325,50 miliar.
Adapun pemegang saham lewat penawaran umum saham perdana mencapai 1.163 pihak dari jumlah penawaran 1.164 pihak.
Perseroan juga menawarkan waran sebesar 150 juta waran, dengan rasio satu saham mendapatkan satu waran. Harga waran sebesar Rp260. Jatuh tempo waran pada 7 Juli 2017.
Pada 2011, ALTO mencatatkan pendapatan sebesar Rp129,52 miliar dari 2010 sebesar Rp125,49 miliar. Laba bersih tahun berjalan sebesar Rp3,24 miliar dari 2010 senilai Rp3,15 miliar. Aset perseroan mencapai Rp213,20 miliar pada 2011 dari 2010 sebesar Rp187,35 miliar. Kewajiban perseroan mencapai Rp100,89 miliar pada 2011 dari 2010 sebesar Rp105,89 miliar. [ast]