Rabu, 19 Juni 2013 | 12:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Potensi Bersih-bersih, Cermati Delapan Saham
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 9 Juli 2012 | 08:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, sinyal profit taking pada IHSG diprediksi berlanjut Senin (9/7/2012) ini. Apalagi sentimen yang ada tidak mendukung penguatan. Perhatikan delapan saham!

Pada perdagangan Jumat (6/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 14,64 poin (0,36%) ke posisi 4.055,197 dengan intraday tertinggi 4.074,49 dan terendah 4.037,632. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 3,03 poin (0,43%) ke posisi 694,535.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, pelemahan IHSG akhir pekan lalu disebabkan pelaku pasar yang merespons penurunan suku bunga European Central Bank (ECB) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 0,75%. “Pada saat yang sama, Bank of England (BoE) mengeluarkan kebijakan Quantitative Easing (QE) mencapai 50 miliar poundsterling (US$78 miliar) dengan total mencapai 375 miliar poundsterling untuk periode 4 bulan ke depan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

QE tersebut, lanjutnya, untuk mengatasi perekonomia Inggris yang kurang baik seiring melambatnya laju inflasi dan turunnya aktivitas sektor manufaktur. Di tempat lain, secara mengejutkan People's Bank of China (PBoC) juga turut menurunkan suku bunganya sebesar 31 bps jadi 6% dan suku bunga deposito diturunkan 25 bps jadi 3%.

Bursa saham Asia Pasifik, kata dia, bergerak negatif kecuali pada bursa saham Bangladesh, China, Pakistan, dan Singapura. Pergerakan dipicu kekecewaan pelaku pasar terhadap rilis penurunan suku bunga dari BoE, ECB, dan juga PBoC yang ternyata belum mampu meningkatkan kepercayaan terhadap ekonomi global. “Selain itu, pelaku pasar juga pesimis terhadap rilis beberapa emiten yang mencatatkan penjualan di bawah estimasi,” tuturnya.

Di balik penurunan suku bunga yang terjadi, lanjut Reza, ternyata pelaku pasar telah mengekspektasikan sebelumnya dan melihat di mana bank sentral sepertinya telah kehabisan cara untuk memacu perekonomian. Karena itu, para bank sentral tersebut menggunakan instrumen suku bunga.

Di sisi lain, ungkap Reza, investor juga kecewa terhadap pernyataan ECB yang lebih menekankan pada potensi downside risk di Eropa dibandingkan upaya penyelamatan negara-negara bermasalah seperti Italia dan Spanyol.

Padahal, menurutnya, pelaku pasar justru sedang menunggu cara ECB untuk memulihkan ekonomi. Belum habis kekecewaan pasar, International Monetary Fund (IMF) turut memberikan pernyataan negatif di mana akan menurunkan perkiraan pertumbuhan global karena masih adanya pelemahan pada investasi, tenaga kerja, dan manufaktur di Eropa, AS, Brazil, India, dan China.

Bursa saham AS ditutup negatif kecuali bursa saham Argentina, dan Panama. Pergerakan dipicu kekecewaan pasar terhadap rilis laporan angka pengangguran bulanan yang masih jauh dari harapan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sebanyak 80 ribu lapangan kerja bertambah selama Juni 2012 dengan tingkat pengangguran bertahan pada 8,2%. “Karena itu, dapat dikatakan kondisi perekonomian AS masih lesu. Kondisi itu juga tidak seperti yang diharapkan oleh banyak kalangan yang menginginkan agar lapangan kerja bertambah 90-95 ribu pada Juni,” tuturnya.

Di sisi lain, Reza memaparkan, pelaku pasar juga menilai pertumbuhan data tenaga kerja yang masih melambat belum tentu akan meyakinkan The Fed untuk memberikan stimulus demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di atas semua itu, Reza memperkirakan, pada perdagangan Senin (9/7/2012) IHSG akan berada pada support 4.015-4.037 dan resistance 4.073-4.092. “Secara teknikal, IHSG membentuk pola hammer di mana sebelumnya membentuk pola hanging man,” ujarnya.

Sementara itu, posisi candle sedikit di bawah upper bollinger bands. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak naik terbatas dengan histogram positif yang menurun. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic masih menunjukkan pelemahannya setelah melewati area overbought.

Dari posisi dan pola candle yang terbentuk, menurut Reza, tampak sinyal profit taking masih akan berlanjut. Apalagi sentimen yang ada juga tidak mendukung untuk terbentuknya penguatan. “Kondisi ini pula yang bisa saja dimanfaatkan untuk "bersih-bersih" barang bagi pelaku pasar untuk mengamankan keuntungan yang telah diraih,” ujarnya.

Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain, PT Salim Ivomas Pratama (SIMP), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Gudang Garam (GGRM), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Mayora Indah (MYOR), dan PT Mitra Adi Perkasa (MAPI).

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.