INILAH.COM, Jakarta – Dalam sepekan ke depan, laju IHSG diprediksi bolak-balik dalam kisaran 4.000-4.100. Karena itu, switching dinilai jadi strategi jitu. Tujuh saham dapat rekomendasi.
Pada perdagangan Jumat (6/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 14,64 poin (0,36%) ke posisi 4.055,197 dengan intraday tertinggi 4.074,49 dan terendah 4.037,632. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 3,03 poin (0,43%) ke posisi 694,535.
Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu menilai positif penurunan tipis IHSG pada Jumat (6/7/2012). Menurutnya, indeks tutup pada angka yang masih bagus, turun tipis 0,36% setelah sepekan terakhir mengalami penguatan. “Jadi, profit taking ini sangat wajar. Dengan penurunan yang tipis, menandakan pasar yang masih positif,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dalam sepekan ke depan, dia memperkirakan, IHSG akan coba menguji lagi level resistance 4.100. Jika tidak, indeks berpeluang mengalami profit taking lanjutan. Di atas resistance tersebut, indeks masih memiliki level 4.200. “Tapi, angka ini masih jauh. Sedangkan support IHSG masih di level psikologis 4.000,” paparnya.
Dilihat dari kecenderung market global yang konsolidasi, menurutnya, IHSG akan bergerak pada kisaran 4.000-4.100 dalam sepekan ke depan. “Kecuali jika ada kejadian-kejadian negatif atau positif signifikan yang bisa menggerakkan market sehingga arah pergerakan indeks jadi berubah,” ucap Irwan.
Dari sentimen fundamental, Irwan melihat positif Eropa yang memang harus punya tindakan moneter khusus atas perkembangan ekonomi kawasan itu belakangan ini. “Langkah European Central Bank (ECB) memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin jadi 0,75%, merupakan langkah tepat seiring perekonomian yang melambat dan kontraksi,” papar dia.
Begitu juga dengan penggelontoran Quantitative Easing (QE) dari Bank of England (BoE) sebesar 50 miliar poundsterling menjadi total 375 miliar dalam empat bulan ke depan dan pemangkasan suku bunga utama Poeple's Bank of China (PBoC) sebesar 31 poin ke 6% dan bunga deposito 25 basis poin menjadi 3%.
Irwan menegaskan, dalam kondisi ekonomi Eropa belakangan ini, membutuhkan suku bunga rendah dan mata uang yang dibuat melemah terlebih dahulu. “Tujuannya, agar ekspor dan barang-barang mereka terlihat lebih murah dibandingkan negara-negara lain. Ini memang sewajarnya dilakukan,” tandas dia.
Dia juga tidak mempermasalahkan pelemahan euro yang ditimbulkan akibat penurunan suku bunga ECB. “Sebab, euro relatif lebih mahal dibandingkan dolar AS. Karena itu, penurunan euro terhadap dolar AS, masih normal,” tutur dia.
Secara grafik, lanjut dia, kondisi IHSG trennya masih naik. “Tapi, karena kenaikan sepekan terakhir cukup signifikan, indeks rawan akan adanya profit taking. Karena itu, kalaupun terjadi penurunan dalam sepekan ke depan, hal itu masih wajar,” tandas Irwan.
Di atas semua itu, dia merekomendasikan strategi yang bisa digunakan trader dalam sepekan ke depan adalah switching. Pasalnya, untuk sementara ini, pasar masih cenderung bolak-balik. “Jadi, saham yang sudah naik signifikan diambil untungnya, profit taking, dan dipindahkan ke saham-saham yang baru akan mau naik, atau sedang konsolidasi, atau cooling down-nya sudah signifikan,” tuturnya.
Dia menyarankan, switching bisa dilakukan secara estafet, meskipun harus tetap meng-up date kondisi grafiknya saat akan trading. Dia mencontohkan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang ruang penguatan sudah tidak banyak karena sudah naik signifikan. “Meskipun, masih ada peluang menguat ke sekitar Rp7.000. Karena itu, di area Rp6.800-7.000 merupakan area profit taking yang cukup normal untuk BBRI,” ungkapnya.
Dia lebih merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) karena cooling down-nya sudah cukup signifikan sehingga tinggal waktunya untuk bergerak naik. “Bisa langsung masuk di BBTN. Target harga sahamnya Rp1.350 hingga Rp1.400 dalam sepekan ke depan,” papar Irwan.
Begitu juga dengan cooling down saham PT Aneka Tambang (ANTM) yang sudah cukup signfikan. “Bisa langsung masuk di ANTM dengan target harga Rp1.600-1.800 dalam dua pekan ke depan. Ini akan terjadi setelah level Rp1.430-1.440 tercapai,” tandasnya.
Irwan juga melihat positif saham pendatang baru yang listing di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dan merupakan saham yang cukup ramai ditransaksikan yakni PT Toba Bara Sejahtera (TOBA) yang kapitalisasi pasarnya Rp4 triliun. “Secara valuasi juga cukup murah sehingga masih berpeluang menguat. Apalagi, dari sisi Goog Corporate Governance (GCG)-nya cukup bagus. Masuk saham ini cukup spekulatif karena masih saham baru dan belum terefleski pada grafik,” ujarnya.
Saham yang atraktif, juga PT Central Omega Resources (DKFT) seiring rencana pembagian dividen dalam dua pekan lagi dengan angka yang cukup besar. Karena itu, DKFT berpeluang naik. “Tapi, harus hati-hati karena baru naik walaupun peluangnya masih cukup terbuka karena momentum dividen dengan target Rp2.000-2.100 dalam 1,5 pekan jelang ex-dividend,” tegas dia.
Lalu, PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang tren grafiknya sedang positif. “Tapi, karena sedang naik, target harga untuk INDF di sekitar Rp5.500 dalam sepekan ke depan,” timpal Irwan.
Potensi penguatan yang cukup lumayan, menurut dia, juga ada pada saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA). Saham ini, bentuknya mirip cup and handle (cup and handle yang tidak sempurna).
Karena itu, Irwan menyarankan pada pelaku pasar untuk memperhatikan level Rp700-an. Jika mampu menembus level Rp720-an yang merupakan level tertinggi terakhir, berdasarkan grafik, saham ini bisa dibeli. “Sebab, potensi gainnya signifikan. Apalagi, dari sisi fundamental juga saham ini cukup murah, tren dan momentumnya cukup bagus,” imbuh Irwan.