Sabtu, 25 Mei 2013 | 06:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hendra Martono
Pasar Harus Melihat Mid Point IHSG
Headline
Hendra Martono - Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Jumat, 6 Juli 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Berbagai indikator teknikal IHSG menunjukan posisi jenuh beli sehingga rawan profit taking. Karena itu, pasar harus mencermati mid point indeks.

Hendra Martono, Vice President Brokerage Strategic Development Henan Putihrai Securitiesmengatakan, koreksi tipis kemarin, menandakan bahwa pasar masih ragu-ragu. Karena itu, pasar harus siap-siap atas kemungkinan profit taking.

Tapi, pasar tetap harus melihat mid-price IHSG yang kemarin berada di 4.075. Jika Jumat ini hingga pukul 11.00 WIB, IHSG berada di bawah 4.075, pasar tidak perlu berharap resistance. “Pasar tinggal melihat support pertama, 4.064 dan kedua 4.045,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (5/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 6,08 poin (0,15%) ke angka 4.069,836 dengan intraday terendah 4.058,894 dan tertinggi 4.086,343. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,77 poin (0,40%) ke posisi 697,566.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah empat hari menguat, akhirnya IHSG hanya melemah tipis 0,15% kemarin. Apa artinya secara teknikal?

Memang, setelah empat hari berturut-turut naik, akhirnya melemah kemarin. Tapi, secara candlestick, IHSG masih hijau. Sebab, posisi penutupan lebih tinggi daripada posisi pembukaan. Artinya, secara candlestick, IHSG masih di area positif selama lima hari berturut-turut dengan volume transaksi saham yang cukup besar. Volume transaksi kemarin, mencapai dua kali lipat dari rata-rata 22 hari.

Lantas, kondisi ini menggambarkan apa?

Koreksi tipis pada perdagangan kemarin, menandakan pasar yang masih ragu-ragu.

Apa saran Anda untuk pelaku pasar?

Dalam situasi ini, pasar harus bersiap-siap. Sebab, berbagai indikator, seperti stochastic 12 hari, sudah menunjukkan overbought (jenuh beli). Begitu juga dengan histogram dari stochastic tersebut yang sudah tiga hari berturut-turut menunjukkan pelemahan. Dengan kata lain, harga naik tapi indikatornya melemah.

Ada juga kemungkinan divergent kecil pada histogram stochastic, bukan histogram Moving Average Convergence-Divergence (MACD). Tapi, divergent yang besar dan kuat biasanya terjadi dalam 15 hari di mana harga terus naik tapi indikatornya melemah.

Arah IHSG Jumat (6/7/2012) ini?

Karena itu, saya perkirakan, kemungkinan besar, Jumat (6/7/2012) ini IHSG diterpa aksi profit taking. Tapi, pasar tetap harus melihat mid-price IHSG yang kemarin berada di 4.075. Jika Jumat ini hingga pukul 11.00 WIB, IHSG berada di bawah 4.075, pasar tidak perlu berharap resistance. Pasar tinggal melihat support pertama, 4.064 dan kedua 4.045. Jadi, secara teknikal, ada satu gap out pada tanggal 3 Juli 2012 di 4.053 yang belum ditutup sehingga kemungkinan besar akan ditutup Jumat ini jika hingga pukul 11 belum menembus 4.075 karena tekanan jual cukup besar. Meskipun, tekanan jual yang benar-benar besar adalah jika posisi IHSG sudah di 4.028.

Bagaimana jika IHSG ternyata kuat di atas 4.075?

Sebaliknya, jika dibuka di atas 4.075 dan hingga setelah pukul 11.00 WIB pun bertahan di atas mid-poin Jumat ini, IHSG bisa menguat dengan target resistance pertama 4.097 dan kedua 4.110.

Seberapa besar peluang itu terjadi?

Hal itu bisa saja terjadi, meskipun, indikator stochastic sudah overbought dan The Relative Strength Index (RSI) sudah hampir overbought. Bahkan hampir semua indikator sudah menunjukkan overbought.

Belum lagi Bollinger Band IHSG pun sudah di level 92% sehingga rawan terjadi profit taking. Bollinger Band atas (100%) IHSG yakni di 4.101 dan Bollinger Band bawah (0%) di 3.706. Dengan penutupan IHSG kemarin di 4.069,8, sudah 92% Bollinger Band. Artinya, IHSG sudah tinggi. Kemungkinan besar terjadi profit taking meskipun tidak terlalu besar jika tidak bertahan di atas 4.075.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif tiga sahamsaja karena rata-rata posisi saham lainnya sudah berada di area profit taking.

Salah satusaham pilihan adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang masih bisa dibeli karena berada dalam konsolidasi Bollinger Band sehingga potensi penguatannya cukup kencang jika tembus batas atasnya. Saya sarankan beli ICBP jika mampu bertahan di atas Rp5.750. Jika bertahan di atas itu, target penguatan beriktunya ke Rp6.250-6.450 dengan level stop loss di Rp5.650.

Kedua, PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang meski sudah menguat empat hari, tapi tampak masih punya tenaga untuk melanjutkan penguatan. Rekomendasi buy di area Rp5.100-5.250, dengan potensi penguatan yang masih jauh ke Rp5.650-6.050.

Terakhir, saham PT Mitra Adi Perkasa (MAPI) yang bisa speculative buy karena sudah empat hari mengalami pelemahan. Karena itu, pembelian jadi melawan arah tren. Jika tidak di bawah Rp6.750 saham ini bisa dibeli. Artinya, area beli di area Rp6.750 hingga Rp6.850. Jika tembus ke bawah Rp6.750, jangan beli.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.