INILAH.COM, Jakarta – IHSG yang berhasil tutup di atas support 4.050, jadi indikator tiadanya sinyal bearish hari ini. Pasar tampak hati-hati menyikapi pengumuman suku bunga dari ECB dan BoE.
Pada perdagangan Kamis (5/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) berakhir melemah 6,08 poin atau 0,1% ke 4.069,83. Volume perdagangan mencapai 3,1 miliar saham senilai Rp3,5 triliun.
Hari ini tercatat 127 saham melemah, 118 saham menguat dan 97 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy Rp69,2 miliar. Indeks terus melemah meski di kisaran sempit. Level terendah hari ini di 4.058,89 dan tertinggi di 4.086,34.
Indeks indeks saham unggulan LQ45
turun 2,7%t, indeks JII turun 2,2%, indeks ISSI turun 0,1%, IDX30 turun 1,2%. Pelemahan indeks dimotori saham sektor pertambangan yang turun 1,1% disusul saham sektor infrastruktur 0,4%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sore ini, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) bakal mengumumkan suku bunga acuannya. “Pasar terlihat mensikapi dengan hati-hati,” kata dia di Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Berdasarkan consensus, lanjut dia, ECB bakal memangka suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. “Ekspektasi cut rate ECB ini yang membuat indeks HangSeng sore ini naik. Sayangnya, kenaikan tersebut gagal memberikan signal positif meski sempat berada diatas 19.825,” ujar dia.
Karena itu, Satrio mengaku hanya hold posisi. “Atau mungkin tepatnya, mengurangi sedikit posisi. Saya siang tadi, mengayun sebagian posisi. Dari posisi ayunan tersebut, tidak semua posisi saya buy back (beli kembali). Saya sih ingin menambah posisi di PT United Tractor (UNTR). Tapi, UNTR, sepertinya hanya menarik kalau hari ini bisa ditutup diatas 23.250,” timpalnya.
Dia menegaskan, IHSG hanya memberikan signal bearish kalau ditutup dibawah 4.050.“Dilihat posisi terakhir di 4.064, sepertinya suport tersebut bakal bertahandan tidak akan ada signal bearish hari ini,” ucap dia.