INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi variatif-melemah. Faktor jenuh beli dan sikap wait and see pasar atas sentimen baru jadi katalisnya. Beberapa saham patut dicermati.
Pada sesi pertama perdagangan Kamis (5/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 8,262 poin (0,20%) ke 4.067,655. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 1,35 poin (0,19%) ke angka 698,985.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, tutupnya bursa New York, telah membuat bursa di kawasan Eropa bergerak pada kisaran sempit, dengan posisi penutupan rata-rata terkoreksi tipis. “Tidak adanya signal negatif ini, menunjukkan bahwa pelaku pasar hanya berada dalam posisi 'wait and see', menunggu sentimen yang baru,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Menurut Satrio, wait and see pada bursa regional ini, membuat sentimen 'aliran dana asing' menjadi sentimen utama untuk perdagangan hari inidi lantai Bursa Efek Indonesia. “Terutama, setelah kemarin, pemodal asing membukukan posisi beli hampir Rp1 triliun di pasar reguler,” papar dia.
IHSG hari ini diperkirakan dia, akan bergerak bervariasi pada kisaran support 4.025dan resistance 4.150 dengan saham-saham batubara dan saham lapis ketiga akan menjadi penggerak IHSG. “Hanya penutupan dibawah 4.025 yang akan memberikan signal bearish,” timpalnya.
Sementara itu, analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, memperingati hari kemerdekaan, bursa Wall Street libur pada perdagangan tadi malam. Bursa Eropa terjadi profit taking sementaradan mengalami pelemahan tipis. FTSE dan CAC melemah 0,1% sedangkan Dax mengalami pelemahan 0,2%.
Lebih lanjut Gina mengatakan, pagi ini Regional dibuka cenderung mixed, Nikkei dan Kospi dibuka melemah tipis sedangkan Straits Times dibuka menguat tipis. Di sisi lain, IHSG masih berpotensi menguat terbatas ditengah jenuh beli yang sudah melanda beberapa sektor dan saham. “IHSG akan bergerak di kisaran perdagangan di level support 4.052dan resistance 4.091,” tuturnya.
Berbeda dengan Gina, dalam prediksi pasar yang dirilis eTrading Securities disebutkan, mata uang rupiah terapresiasi ke 9.367 per dollar AS. Secara teknikal, kenaikan IHSG tertahan oleh resistance channeling-nya di 4.080-4.130.
Karena itu, kenaikan Moving Average Convergence-Divergence (MACD)Histogram terlihat belum mampu melewati puncak kenaikan sebelumnya. Akibatnya, Kamis (5/7/2012) ini pihaknya menyarankan untuk melakukan trading sell.
Hal itu dilakukan sambil menunggu IHSG menyentuh support-nya di 3.960-3.930. “Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain, PT Astra Internasional (ASII), PT Bukit Sentul City (BKSL)dan PT Bumi Resources (BUMI).