INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (4/7/2012) diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran support-resistance 4.010-4.070.
Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kemarin. "Meski kemarin menguat cukup signifikan, akan tetapi kami melihat ruang untuk naik relatif terbatas di tengah ancaman aksi ambil untung," katanya.
IHSG pada perdagangan kemarin kembali menguat dipicu oleh spekulasi Bank Sentral China akan memotong reserve requirement (Giro Wajib Minimum) lagi untuk mendorong kredit di China. Hal ini sangat memungkinkan terjadi didukung oleh inflasi China yang rendah seiring dengan turunnya harga komoditas global.
Selain itu data services industries China bulan Juni juga tumbuh tertinggi sejak 3 bulan terakhir. Selain itu pasar juga berekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengeluarkan kebijakan tambahan untuk mengatasi krisis Eropa. Petinggi ECB dijadwalkan bertemu pada 5 Juli dan diperkirakan akan ada penurunan suku bunga acuan dari 1%.
Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham SMCB dan SIMP. SMCB berhasil menembus resistennya di level 2.550. Kemampuan SMCB bertahan di atas levle iniakan membuka peluang penguatan kembali ke level All Time High di 2.800 dengan minor target 2.650.
Jika SMCB mampu Break All Time High, target penguatan selanjutnya berada di level 2.950. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif. Saham SMCB direkomendasikan beli dengan stoploss level 2.400.
Sementara saham SIMP telah menembus resisten dari pola Inverted Head & Shoulder di 1.350 dengan dukungan volume tinggi. Penembusan ini membuka peluang penguatan menuju target harganya di 1.500 (Break all time high di level 1.460) dengan minor target 1.400.
MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif. Jika saham ini mampu bertahan di atas 1.460, SIMP berpeluang mengalami reli yang cukup panjang. Saham SIMP disarankan beli dengan stoploss di 1.300.