INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, laju IHSG Rabu (4/7/2012) diprediksi menguat terbatas ke resistance 4.055. Jika tembus, target penguatan berikutnya 4.250. Rekomendasi lima saham.
Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities mengatakan, penguatan indeks, mendapat dukungan dari investor asing yang berposisi net buy sebesar Rp700-an miliar kemarin. Secara teknikal, Abidin menjelaskan, setelah menguat ke 4.049,8 kemarin, IHSG sendiri sebenarnya sudah berada dalam posisi overbought (jenuh beli). “Meski begitu, indeks masih memiliki peluang penguatan menuju level 4.055. Angka 4.055 merupakan level krusial secara teknikal,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Selasa (3/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 58,35 poin (1,46%) ke posisi 4.049,893 dengan intraday tertinggi 4.052,855 dan terendah 4.003,186. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 12,54 poin (1,84%) ke posisi 695,658. Berikut ini wawancara lengkapnya:
IHSG kembali ke atas 4.000. Bagaimana Anda melihat arah berikutnya?
Saya perkirakan, indeks saham domestik akan menguat terbatas Rabu ini. IHSG memiliki support 4.000 dan resistance 4.055.
Sudah jenuh beli?
Ya. Secara teknikal, setelah menguat ke 4.049,8 kemarin, IHSG sendiri sebenarnya sudah berada dalam posisi overbought (jenuh beli). Meski begitu, indeks masih memiliki peluang penguatan menuju level 4.055. Angka 4.055 merupakan level krusial secara teknikal.
Mengapa level 4.055 jadi level krusial?
Sebab, secara teknikal, jika indeks bisa menembus ke atas level tersebut membuka peluang IHSG untuk menguat ke 4.250.
Selain teknikal, faktor apa lagi yang masih jadi daya dukung penguatan indeks?
Penguatan indeks, mendapat dukungan dari investor asing yang berposisi net buy sebesar Rp700-an miliar kemarin. Karena itu, meski jenuh beli, indeks berpeluang menembus 4.055. Secara teknikal, Rabu (4/7/2012) ini, indeks masih punya peluang menguat ke 4.055 yang artinya hanya menguat terbatas.
Apa yang membatasi penguatan indeks?
Terbatasnya penguatan indeks, karena peluang aksi profit taking seiring posisi indeks yang sudah jenuh beli. Karena itu, ada kemungkinan, penguatan indeks akan diwarnai aksi profit taking sehingga harus diwaspadai. Tapi, kalaupun terkoreksi, hanya terjadi secara wajar dengan support 4.000.
Secara teknikal, selama IHSG tidak menembus ke bawah 3.900, indeks masih dalam tren naik. Tapi, jika melemah ke bawah level tersebut, IHSG punya potensi melemah ke 3.700. Tapi, level pelemahan ini masih jauh. Di sisi lain, selama masih berada di atas 3.770, indeks masih dalam fase bullish.
Dari sisi sentimen bagaimana?
Pasar masih optimistis atas penyelesaian krisis utang Uni Eropa pasca-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang berkomitmen membatu negara-negara anggota Uni Eropa yang terkena krisis. Indeks juga mendapat dukungan dari penguatan harga batu batu bara. Indeks harga batubara mingguan di Newcastle pada pekan lalu, tercatat naik 4,4% dari US$83,1 per metrik ton, menjadi US$86,75.
Saham-saham pilihan Anda?
Saya rekomendasikan positif lima saham dari sektor consumer goods, dan beberapa saham second liner. Saham-saham pilihan adalah PT Unilever Indonesia (UNVR) yang secara teknikal masih dalam penguatan selama berada di atas Rp22.850;
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang selama berada di atas Rp4.775 masih juga masih dalam penguatan; dan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang selama berada di atas Rp5.200 masih dalam penguatan. Saya rekomendasikan trading buy saham-saham tersebut.
Saham-saham lapis dua pilihan Anda?
Sedangkan saham-saham second liner adalah PT Supra Boga Lestari (RANC) yang secara teknikal masih menguat selama berada di atas Rp600; dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) yang masih dalam penguatan selama berada di atas Rp105. Speculative buy untuk RANC dan AISA.