INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Kamis (27/6/2012) diperkirakan akan terapresiasi. Namun, investor hanya disarankan untuk short term trading mengingat belum pulihnya krisis global.
M Al Fatih, analis dari Samuel Sekuritas memperkirakan, IHSG hari ini masih akan lanjutkan penguatan. Hal ini karena sentimen window dressing jelang akhir tahun buku kuartal dua 2012. “Secara teknikal, IHSG tertahan pada resistan level 3.950, dan dengan aksi window dressing ini IHSG berpeluang break level 3.950,”katanya kepada INILAH.COM.
Investor institusi melakukan pembelian pada big caps Indonesia untuk menaikkan nilai portofolio mereka, mengingat fundamental emiten Indonesia tidak bermasalah, terutama untuk sektor-sektor yang defensif tidak terpengaruh oleh penurunan pertumbuhan ekonomi global.
Al Fatih pun melihat adanya peluang untuk short term trading. Namun, untuk pembelian jangka panjang belum direkomendasi karena belum pulihnya krisis keuangan di Eropa dan perlambatan ekonomi AS dan China.
Untuk short term trading, Al Fatih merekomendasikan saham konsumen, tambang dan perbankan. Untuk sektor konsumen, pilihannya adalah Gudang Garam (GGRM) support di 60.000 dan resistan di 65.000. Kemudian saham Unilever (UNVR) dengan support di 22.500 dan resistan di 24.000.
Saham tambang TB Bukit Asam (PTBA) juga layak menjadi pilihan, dengan support di 14.750 dan resistan di 16.000. “Rekomendasi beli untuk saham-saham ini,”ujarnya.
Saham Bank Rakyat Indonesia juga disarankan beli dengan support di 6.100 dan resistan di 6.500. Sedangkan saham Bank Central Asia direkomendasikan speculative buy jika tembus level 7.500. Adapun resisten di 7.800-8.000.
Sementara Yuganur Wijanarko, Senior Research dari HD Capital menyarankan investor untuk berhati-hati terhadap breakout palsu. Menurutnya, meski kemarin reli dengan volume yang cukup besar, IHSG masih belum bisa menutup diatas high 3.944,”Ini berarti, indeks masih terjebak di dalam trading range, dengan potensi menutup gap bawah 3.880,”katanya.
Bila terjadi penutupan di bawah 3.880, lanjutnya, maka indeks akan membuka downside ke 3.810-3.720. “IHSG hari ini bergerak di level support 3.810,3.720-3.550 dan resistance 3.944-4.020,”ungkapnya.
Di tengaj situasi ini, Yuga merekomendasikan saham Holcim (SMCB) dengan target harga Rp2.450, Ramayana (RALS) dengan target harga Rp980, Surya Semesta (SSIA) dengan target Rp1000, Media Nusantara Citra (MNCN) di level Rp1.925 per lembarnya.”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,”tutupnya. [nat]