Rabu, 19 Juni 2013 | 07:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Willy Sanjaya
IHSG 4.000 Sudah di Depan Mata
Headline
Willy Sanjaya - Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Kamis, 28 Juni 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Faktor window dressing dinilai bakal mendorong IHSG ke level 4.000 akhir bulan ini. Saham-saham grup Bakrie, properti, dan perbankan dapat rekomendasi positif.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan hal itu. Selain faktor window dressing, indeks juga mendapat dukungan dari posisi net buy asing yang beraksi net buy. Pasar juga sudah mengantisipasi laporan keuangan emiten untuk kuartal II-2012 dan beberapa kinerja emiten yang belum merilis laba bersihnya untuk kuartal I.

Dalam situasi ini, Willy merekomendasikan saham BUMI, ENRG, BKSL, ASRI, BBRI, BMRI, dan BBCA. “Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (27/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 53,47 poin (1,38%) ke posisi 3.934,867 dengan intraday tertinggi 3.939,04 ke posisi 3.887,092. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 9,77 poin (1,47%) ke angka 672,582.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG menguat ke 3.934,86. Bagaimana Anda melihat arahnya Kamis (28/6/2012) ini?

Terbuka lebar penguatan indeks saham domestik. IHSG memiliki support 3.897 dan resistance 4.005yang sudah di depan mata. Penguatan IHSG sebesar 1,38% kemarin lebih dipicu oleh faktor window dressing untuk tutup buku kuartal II-2012. Kondisi ini, akan berlangsung dalam dua hari terakhir perdagangan bulan Juni ini. Karena itu, Kamis (28/6/2012) ini terbuka lebar bagi IHSG untuk menguat.

Selain faktor window dressing?

Investor asing sudah kembali berposisi net buy dalam jumlah besar hingga Rp404 miliarkemarin. Angka ini lumayan besar dan jadi kabar gembira di pasar yang juga mengantisipasi tutup buku kuartal II.

Selain itu, pasar juga masih mengantisipasi dividen yield dan laporan kinerja keuangan emiten yang akan segera dirilis untuk kuartal II-2012.Sebelum itu, pasar juga akan mengantisipasi laporan keuangan emiten untuk kuartal I-2012 yang belum dirilis. Karena itu, pergerakan IHSG pun akan terpicu.

Berapa banyak emiten yang belum merilis kinerja keuangannya?

Hingga saat ini, kurang lebih 30% emiten belum melaporkan kinerja keuangannya untuk kuartal I. Karena pasar segera memasuk kuartal III-2012, emiten yang belum merilis kinerja untuk kuartal I, akan terdorong untuk merilis. Saat laporan keuangan dirilis dan menunjukan positifnya laba bersih, akan tercermin pada harga saham dan akan mendorong pergerakan IHSG.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif beberapa saham dari grup Bakrie, sektor properti, dan perbankan. Saham-saham pilihan antara lain adalah PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Energi Mega Persada (ENRG) yang sebelumnya mengalami crossing cukup besar. Otomatis,saham BUMI dan ENRG akan jadi perhatian pasar. BUMI saya targetkan Rp1.650 dalam waktu dekat dan ENRG Rp170 per saham. Begitu juga dengan saham PT Bukit Sentul City (BKSL) dengan target harga Rp300 dan PT Alam Sutera Realty (ASRI) dengan target Rp500.

Di sektor perbankan?

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target Rp6.800; PT Bank Mandiri (BMRI) dengan target Rp7.300; dan PT Bank Central Asia (BBCA) dengan target Rp7.700.

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.