Kamis, 20 Juni 2013 | 12:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jelang KTT Uni Eropa
Pasar Takutkan Aksi Jual Panik
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Kamis, 28 Juni 2012 | 06:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Kamis (28/6/2012) diprediksi konsolidasi. Pasar mencemaskan KTT Uni Eropa berimbas pada aksi jual panik di pasar obligasi.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi konsolidasinya pergerakan rupiah hari ini karena pasar masih menunggu hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa Kamis (28/6/2012) ini. Hal ini akan berimbas ke pasar obligasi yang ditakutkan pasar justru memicu aksi jual panik di berbagai aset berisiko.

Pada pasar obligasi Internasional, kata dia, jika yield obligasi Spanyol dan Italia melonjak, pada saat bersamaan yield obligasi Swiss dan Jerman turun ke teritori negatif karena dinilai pasar lebih aman. Ini menandakan bahwa pasar berakshsi hindar risiko dan menjadi aksi ini akan jadi tema utama di pasar. "Karena itu, rupiah cenderung konsolidasi dalam kisaran 9.520 hingga 9.450. Jadi, kemungkin rupiah masih bolak-balik dalam kisaran tersebut," katanya kepada INILAH.COM.

Karena itu pula, lanjut Christian, aset-aset berisiko lainnya termasuk rupiah juga akan terkena tekanan negatif dari aksi hindar risiko itu (risk aversion).

Selanjutnya, menurut Christian, pasar akan menyimak sejauh mana komitmen Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tidak menembus level psikologis 9.500 per dolar AS. "Sejauh ini, BI sudah mengeluarkan dana cukup besar mencapai miliaran dolar AS untuk mengintervensi pasar," tandas Christian.

Sementara itu, dari AS, semalam dirilis data Durable Goods (Pesanan Barang Tahan Lama) dan ISM Manufacturing Index. Menurutnya, setelah Bank Sentral AS The Fed memberikan outlook ekonominya, outlook itu akan dikonfirmasikan oleh pasar terhadap data-data yang dirilis. "Pasar ingin melihat apakah sesuai proyeksi The Fed atau tidak. Jika data-datanya ternyata memburuk, berpotensi jadi tekanan negatif bagi dolar AS," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Rabu (27/6/2012) ditutup menguat 58 poin (0,61%) ke posisi 9.445/9.455.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.