INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi menguat seiring technical rebound pada Dow Jones Industrial Average (DJIA). Saatnya speculative buy sembilan saham.
Pada sesi pertama perdagangan Rabu (27/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 36,16 poin (0,93%) ke posisi 3.917,561. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang menguat 7,87 poin (1,19%) ke angka 670,677.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, technical rebound sebesar 0,26% yang terjadi pada Dow Jones Industrial Average (DJIA) belum mampu membuat indeks tersebut mengakhiri tren turunnya. “Meskipun demikian, kenaikan tersebut memperbesar peluang untuk berlanjutnya window dressing atas saham-saham penambang batubara yang sudah terlihat semenjak kemarin,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (27/6/2012).
IHSG hari ini, dia memperkirakan, bergerak flat-naik. “Indeks domestik memiliki support pada kisaran 3.825-3.850 dan resistance pada kisaran 3900-3950,” ujarnya.
Satrio merekomendasikan speculative buy beberapa saham untuk trading jangka pendek. Saham-saham pilihannya adalah PT United Tractor (UNTR), PT Bukit Asam (PTBA), PT Harum Energy (HRUM), dan PT Indika Energy (INDY).
Lalu, PT Astra Agro Lestari (AALI), PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) , PT Semen Gresik (SMGR), dan PT Unilever Indonesia (UNVR). “Saya sarankan untuk keluar dari saham-saham tersebut saat penembusan level-level support-nya,” ujarnya.
Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, Wall Street pada peradagangan tadi malam berhasil mengalami penguatan. Kenaikan itu seiring laporan penjualan rumah AS yang mulai memperlihatkan adanya pertumbuhan.
Namun, kata Gina, Dow Jones hanya mengalami penguatan yang terbatas di tengah sentimen negatif jelang puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang di gelar pada Kamis (28/6/2012) dan Jumat (29/6/2012). “Sejumlah investor memperkirakan tidak akan ada penyelesaian,” ujar Gina.
Sementara itu, bursa regional tadi pagi cenderung mengalami pelemahan. Sentimen negatif masih sama yakni fokus pasar terhadap krisis keuangan yang terjadi di Eropa dan pertumbuhan China yang kemungkinan di Semester I 2012 ini yang turun.
Karena itu, hingga sore, IHSG pada perdagangan hari ini cenderung naik. Tapi, kenaikan ini semata dipicu oleh dominasi spekulasi daripelaku pasar lokal. Sebab, jika melihat investor asing hingga kemarin masih melakukan net sell. “IHSG saya perkirakan akan menguat terbatas dengan kisaran perdagangan di level support 3.854dan resistance 3.899,” imbuh Gina.