Sabtu, 25 Mei 2013 | 18:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tren IHSG Naik, Lima Saham Wajib Beli
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 27 Juni 2012 | 09:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Posisi IHSG saat ini, secara teknikal berada dalam tren naik dan fase bullish. Meskipun, perkembangan krisis Eropa tetap menghantui. Lima saham jadi pilihan.

Pada perdagangan Selasa (26/6/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 23,81 (0,62%) ke posisi 3.881.401 dengan intraday tertinggi 3.889,912 dan terendah 3.849,063. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 5,71 poin (0,87%) ke angka 662,811.

Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities memperkirakan, secara teknikal, IHSG melanjutkan penguatan Rabu (27/6/2012) ini. “IHSG memiliki support 3.841 dan resistance 3.900,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Secara teknikal, lanjutnya, indeks domestik masih berada dalam tren naik dan masih dalam fase bullish. Karena itu, dari kekuatan ini, indeks berhasil menguat ke 3.881 kemarin. “Padahal, pasar masih dibayangi kecemasan atas hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang puncaknya adalah hari Kamis (28/6/2012),” ujarnya.

Dia menegaskan, Rabu (27/6/2012) ini, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Sebab, secara teknikal, indeks berada dalam tren naik selama berada di atas 3.841 yang menjadi support kuatnya. “Resistance indeks berada di level psikologis 3.900,” papar dia.

Sayangnya, kata dia, volume transaksi di pasar masih sepi seiring kekhawatiran pasar atas krisis Eropa. Tapi, secara teknikal, IHSG dalam tren naik dan fase bullish. “Tren naik IHSG patah jika turun ke bawah 3.841,” ungkap dia.

Sementara itu, menurut dia, fase bullish masih jauh untuk patah yakni di level 3.700-an. “Selama IHSG berada di atas 3.850 ada peluang IHSG untuk menguat ke 4.000 bahkan 4.100 jika dilihat dari kekuatan fase bullish-nya,” tandas Abidin.

Di atas semua itu, Abidin merekomendasikan positif saham-saham di sektor consumer goods, perdagangan alat berat dan infrastruktur. Saham-saham pilihannya antara lain PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang secara teknikal masih dalam tren naik. “Selama di atas Rp4.750, INDF masih dalam tren naik dengan target resistance Rp5.000,” tuturnya.

Begitu juga dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang berada dalam tren naik. “Selama di atas Rp5.675, ICBP masih dalam tren naik dengan target resistance Rp5.900,” tandas dia.

PT United Tractor (UNTR) masih berada dalam down tren tapi sudah oversold sehingga ada potensi balik arah (reversal) menguat. “Jika menembus Rp22.800, saatnya masuk UNTR karena berpotensi menguat ke target resistance berikutnya ke Rp23.400 per saham,” kata Abidin mantap.

Lalu, PT Jasa Marga (JSMR) yang berada dalam tren naik tapi sudah overbought (jenuh beli) dengan target resistance Rp5.600. “Di level ini wajib profit taking. Tapi, selama di atas Rp5.150, saham ini berpeluang menguat,” ucap dia.

Terakhir, saham PT Wijaya Karya (WIKA) yang trennya masih naik selama berada di atas Rp950 dan sebaiknya beli dengan target resistance Rp1.020 per saham. “Secara umum, saya rekomendasikan buy on weakness atau hold bagi yang sudah memilikinya saham-saham tersebut. Sebab, arah pasar secara umum masih naik sehingga emiten yang dalam down trend pun berpeluang terbawa naik mengikuti arah pasar,” imbuh Abidin.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.