INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) menjelaskan selama proses book building penerbitan obligasi dan sukuk senilai Rp2,5 triliun mengalami kelebihan pemesanan hingga Rp3,7 triliun.
Aksi korporasi tersebut telah menerima pernyataan efektif Bapepam-LK pada Rabu (20/6/2012). Dengan demikian kepercayaan investasi dari pasar cukup tinggi. Hal ini khususnya terhadap stabilitas pengelolaan keuangan jangka panjang dari perseroan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (21/6/2012).
Untuk mengakomodir tingginya permintaan investor, perseroan meningkatkan nominal penerbitan obligasi dari Rp2,5 triliun menjadi Rp3 triliun. Perinciannya adlaah untuk obligasi Indosat VIII seri I senilai Rp1,2 triliun untuk jangka waktu tujuh tahun dengan tingkat bunga 8,625 persen per annum.
Untuk obligasi Indosat VIII seri B senilai Rp1,5 triliun untuk 10 tahun dengan tingkat bunbga 8,875% per annum. Sedangkan sukuk Ijarah Indosat V senilai Rp300 miliar dengan tenor 7 tahun serta cicilan imbalan ijarah sebesar Rp6,4 miliar. Cicilan ini dibayar per kuartalan.
Perseroan berharap penerbitan akan selesai pada 28 Juni 2012. Dengan demikian dapat untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan.