INILAH.COM, New York - Bursa saham AS pda perdagangan Kamis (21/6/2012) cenderung flat setelah lelang obligasi Spanyol dan data klaim pengangguran pekan kemarin yang menunjukkan penurunan.
Indeks Dow Jones turun 0,0,8% menjadi 12.837,63, indeks S&P turun 0,1%t ke 1.354,78 dan indeks Nasdaq turun 0,3% menjadi 2.924,26.
Beberapa data yang ada cenderung memberikan sentimen negatif pada pergerakan indeks hari ini. Data manufaktur AS pada bulan Juni menunjukan perlambatan dalam 11 bulan terakhir.
Data Purchasing Managers Index (PMI) jatuh menjadi 52,9 dari 54,0 pada bulan Mei. Data bulan Juni ini adalah yang terendah sejak Juli lalu meskipun tetap di atas 50, mengindikasikan gairah investasi.
Belum lagi data indeks pesanan komponen turun menjadi 54,1 dari 54,6. Hal ini tertekan dengan melemahnya permintaan dari Eropa dan dari China.
Sementara untuk data jumlah orang AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun 2.000 ke 387.000. Namun dibandingkan pekan sebelumnya mengalami kenaikan menjadi 389.000 dari 386.000. Hal ini mengartikan pasar tenaga kerja seadng berjuang untuk mendapatkan momentum lagi. Walaupun selama empat pekan terakhir termasuk tertinggi sejak Desember 2011.
Saham keuangan, perkakas dan industri telah menekan pergerakan indeks S&P. Namun saham bahan baku dan sektor energi menopang penguatan indeks. Untuk komponen Dow, saam JPMorgan Chase naik 0,3%, sham Pfizer naik 0,8% memimpin penguatan saham bluechip. Pelemahan saham dimotori saham ALcoa 1,9% dan saham Intel turun 1,5%.
Pasar sedang menunggu kemungkinan Moody's melakukan downgrade terhadap 15 saham investasi global. Fed pada Rabu (20/6/2012) kemarin mengumumkan hanya memperpanjang program pertukaran aset bank atau operasi Twist. Namun menghentikan stimulus moneter melalui pelonggaran kuantitatif.