Selasa, 18 Juni 2013 | 11:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Intraco Penta Jajaki Rakit Sinotruck
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Jumat, 22 Juni 2012 | 05:16 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Intraco Penta Tbk (INTA) masih melakukan feasibility study hingga tahun depan bersama sinotruck dalam pembangunan pabrik perakitan Sinotruck di Indonesia.

"Tahun ini dan tahun depan masih melakukan studi untuk langkah-langkahnya. Dalam MOU juga waktu 3-4 tahun," tutur Direktur PT Intraco Penta Tbk, Jimmy Halim, Kamis (21/6/2012).

Jimmy menuturkan, pelaksanaan feasibility study tersebut telah efektif sejak Februari 2012. Adapun mengenai jumlah kepemilikan saham untuk kerjasama antara grup INTA dan sinotruck tergantung dari penyelesaian feasibility study.

Hal ini melanjutkan kesepakatan antara perseroan dengan China National Heavy Truck Company (CNHTC) yang merupakan induk perusahaan truk merek Sinotruk di Beijing, Cina. Isi dari MoU adalah membentuk perusahaan joint venture guna persiapan pendirian pabrik perakitan Sinotruk di Indonesia yang akan menelan dana sekitar US$100 juta.

Pabrik tersebut rencananya akan merakit kendaraan truk berat di atas 24 ton serta kendaraan truk ringan untuk pasar Indonesia dan ASEAN secara umum. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.