INILAH.COM, Jakarta – Penurunan yang terjadi pada bursa Asia benar-benar tertolong seakan jadi isyarat untuk bersiap atas ‘sesuatu’ yang buruk. IHSG pun terlihat bearish.
Pada perdagangan Kamis (21/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) berakhir melemah 42,1 poin atau 1,07% menjadi 3.901,79. Investor asing dalam posisi net buy mencapai Rp23,9 miliar.
Volume perdagangan mencapai 4,6 miliar saham senilai Rp4,06 triliun. Hingga penutupan tercatat 178 saham melemah, 84 saham menguat dan 77 saham stagnan. Indeks JII turun 1,6%, indeks ISSI turun 1,5%, indeks indeks saham unggulan LQ45
turun 1,4% dan IDX30 turun 1,5%.
Pelemahan terdalam dialami saham sektor aneka industri hingga 2,4%, disusul saham sektor konsumer turun 1,7% dan saham sektor manufaktur 1,8%. Meski tertekan sepanjang perdagangan, IHSG masih bertahan di atas level 3.900. Level terendah hari ini di 3.877,51 dan tertinggi di 3.943,55.
Sementara bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,9%, indeks Nikkei naik 0,8%, indeks STI turun 0,8%, indeks China turun 1,4%, indeks Kospi turun 0,7% dan indeks ASX turun 1,09%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, penurunan yang terjadi di pasar Asia tidak tertolong. “Indeks Hang Seng, boro-boro bertahan diatas supportpertama, diatas supportkedua 19.320 saja tidak,” kata dia di Jakarta, Kamis (21/6/2012).
Karena itu, dia menegaskan, short term trend untukHang Seng Index (HSI) sudah berubah menjadi turun.“IHSG juga, memang berhasil tutup diatas suport kedua 3.897. Tapi, kalau melihat posisinya sangat sudah terlalu jauh dari supportpertama 3.915, signal penutupan IHSG hari ini terlihat bearish,” ujarnya.
Dalam kondisi seperti ini,Satrio lebih memilih untuk mengamankan posisi. “Securing profit, minimal mengurangi sebagian posisi,” paparnya. “Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) semalam, memang belum memberikan signal bearish. Tapi, Market Asia terlihat mulai bersiap akan sesuatu yang buruk. Market Asia memang belakangan juga sering membuat false signal. Tapi, saya tetap memilih untuk disiplin.”