INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) menargetkan perolehan dana hasil IPO akan menambah rasio modal (Capital Adequate Ratio/CAR) Perseroan hingga akhir tahun di kisaran 20%-21%.
"Posisi Juni 2012 CAR kita di level 20,99%. Dengan tambahan dana IPO, CAR kita di akhir tahun di kisaran 21%-22%. Itu sudah memperhitungkan ekpansi kredit tahun ini," papar Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto, Selasa (19/6/2012).
Dia menjelaskan, dana hasil IPO nantinya sekitar 80% akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit perseroan yang tahun ini ditargetkan tumbuh 23%. Sementara sisa dana IPO masing-masing 10% untuk pengembangan jaringan dan peningkatan IT Perseroan. "Hingga 16 Juni 2012 kredit kita tumbuh menjadi Rp17,7 triliun dari 2011 yang sebesar Rp16,1 triliun," kata Hadi.
DPK juga tumbuh dari posisi 2011 sebesar Rp20,1 triliun menjadi Rp23,3 triliun per Juni 2012, sehingga LDR tercatat di posisi 76,35%. Laba per Juni 2012 pun tercatat Rp466 miliar.
Dengan rata-rata pertumbuhan kredit pertahunnya di level 23%-24%, lanjut Hadi, posisi CAR Perseroan di 2016 diperkirakan akan turun kembali ke level 16%-17%. "Ini sejalan dengan target kredit kita ke depan harapannya lebih fokus ke UMKM hingga 80%, sisanya 20% korporasi. Sementara ini core bisnis kita masih cunsumer loan, tetapi perlahan-lahan secara selektif kita akan ke UMKM, dan memang potensinya sangat besar. Untuk KUR saja kita bank nomor 4 dengan penyaluran sebesar Rp1,7 triliun kepada 25 ribu nasabah," jelas Hadi.
Sementara terkait ekspansi jaringan, Hadi mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun nanti pihaknya akan menambah 25 cabang dan 120 ATM. Adapun dari 25 cabang tersebut, 17 di antaranya naik kelas dari kantor kas menjadi kantor cabang, dan 8 cabang baru. Investasi untuk cabang sekitar Rp20 miliar, dengan indikasi per cabang sekitar Rp1 miliar. "Kita tidak akan membuka kantor cabang di luar Jawa Timur, selain di Jakarta yang direncanakan akan dibuka 3 cabang baru," kata Hadi.
Sedangkan untuk pengembangan IT Perseroan, Hadi menyebutkan Perseroan mengalokasikan investasi sekitar Rp178 miliar di tahun ini. "Ini untuk peningkatan pelayanan kita, dengan sistem IT yang baik maka Bank Jatim akan semakin dekat dengan masyarakat Jawa Timur," harap Hadi. [hid]