INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menilai reaksi pasar di dalam negeri terhadap pemilu Yunani 17 Juni 2012 terbilang positif. Reaksi negatif belum muncul karena penghitungan suara belum sepenuhnya usai.
"Reaksi pasar positif karena hasil pemilu belum final, jadi tentunya semua masih menunggu kelanjutan proses pemerintahan," jelas Dirut BEI, Ito Warsito kepada wartawan seusai acara soft launching Straight Through Processing (STP), Senin (18/6/2012).
Selain itu dana-dana asing investor yang mulai masuk ke dalam negeri juga masih menunggu kelanjutan proses politik di Yunani. "Yunani tetap jadi indikasi investor menentukan pilihannya di dalam negeri," ujar Ito Warsito.
Proyek STP sendiri adalah salah satu proyek rangkaian pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi pasar. Melalui sistem ini semua proses perdagangan efek mulai dari order, eksekusi transaksi, kliring tanpa ada input ulang data.
Pemilu Yunani ini mendapat perhatian dari dunia karena menyangkut masa depan Eropa. Sebelumnya sempat dikhawatirkan kelompok sayap kiri memenangkan pemilu ini. Sebab, kelompok ini merupakan penentang bailout dan akan membawa Yunani keluar dari zona euro. Keluarnya Yunani dari zona euro dipastikan akan membawa krisis di Eropa dan dampaknya akan dirasakan dunia.
Sebaliknya, jika Partai Demokrasi Baru memenangkannya, Yunani diyakini tetap berada di zona euro dan mengikuti skenario Uni Eropa. Yakni, Yunani harus melakukan penghematan anggaran secara besar-besaran. [tjs]