INILAH.COM, Jakarta - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) sudah meralisasikan belanja modal (capex) sebesar 45% dari target capex 2012 sebesar US$186 juta.
"Kita merencanakan capex untuk empat tahun ke depan sebesar US$620 juta. Sedang tahun ini kita targetkan sebesar US$186 juta dan telah terealisasi sebesar 45%," ujar Direktur Utama BRAU, Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Senin (18/6/2012).
Dia juga menyampaikan belum akan merevisi target produksi dan penjualan di 2012 ini. "Target (produksi) tahun ini tetap 23 juta ton dengan harga rata-rata penjualan US$78,8 . Meskipun hujan kemarin turun cukup panjang di Berau (Kalimantan), mudah-mudahan kita masih bisa mencapai target produksi tahun ini," tegasnya.
Saat ini penjualan terkontrak perseroan sudah mencapai 90% dan yang sudah diprice sebanyak 80%. Selama ini perseroan menjual ekspor batu bara ke China dan India, dan sekitar 25%-30% untuk lokal.
Adapun cadangan terbesar BRAU saat ini berada di lahan tambang Lati di Kalimantan, dengan total cadangan 470 juta ton.
PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) mengalami penurunan laba bersih sebesar 58,46% menjadi US$17,31 juta pada kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 sebesar US$41,67 juta.
Perseroan mencatatkan penjualan yang naik 8,96% menjadi US$368,56 juta pada kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 senilai US$338,23 juta. Beban pokok penjualan naik menjadi US$243,49 juta pada kuartal pertama 2012 dari periode sama sebelumnya US$205,05 juta. Laba kotor turun menjadi US$125,06 juta pada kuartal pertama 2012 dari periode sama sebelumnya US$133,18 juta. [hid]