INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia berkahir menguat pada perdagangan Senin (18/6/2012) dengan hasil pemilu Yunani yang diprediksi dimenangkan kubu pro-bailout.
Hal ini memicu bursa saham AS berpotensi naik, harga komoditas dan minyak mentah naik. Namun harga emas turun karena investor melakukan aksi profit taking untuk aset safe haven. Demikian mengutip cnbc.com.
Indeks Shanghai naik 0,4% menjadi 2.316,05 atau melanjutkan kenaikan pekan lalu. Saham Jiangxi Copper Co dan produsen batu bara China, Shenhua Energy Co, memimpin kenaikan bagi produsen komoditas. Hal ini setelah proyeksi menunjukkan politisi Yunani yang mendukung bailout memenangkan kursi cukup untuk kontrol parlemen.
Demikian juga dengan indeks Hang Seng naik 1% menjadi 19.427. Saham perusahaan dengan eksposur Eropa naik cukup besar seperti HSBC Holdings Plc dan Hutchison Whampoa.
Hal yang sama dialami indeks Nikkei dengan naik 1,7% menjadi 8.720,27, yang tertinggi sejak 23 Mei setelah naik sebanyak 2,3 persen pada perdagangan pagi. Saham sektor finansial menguat karena nasib Yunani menjadi lebih jelas. Saham bank investasi Jepang, Nomura Holdings Inc naik 2,2 persen dan Daiwa Securities Group, Naik 2,3 persen. Mitsubishi UFJ Financial Group naik 2,8 persen.
Untuk indeks Kospi naik 2% disusul indeks ASX naik 1,4%. Saham eksportir Korea Selatan yang berkinerja kuat, seperti Samsung Electronics Co menguat 2,8%, dan LG Electronics Inc naik 1,4%.
Partai peserta pemilu Yunani, New Democrazy pimpinan Antonis Samaras sudah mengklaim meraih kemenangan. Dia mengajak kepada partai lain untuk membentuk pemerintahan baru untuk menyelamatkan negara dari krisis. Ajakan itu dilakukan dalam pidato pada Minggu (17/6/2012) malam. Menurutnya, Yunani akan menghormati kewajibannya kepada pihak kreditor.
Sebuah jajak pendapat resmi pada Minggu malam menujukkan partai New Democracy telah mendapatkan 29,7% suara dalam pemilu kedua Yunani yang telah digelar pada Minggu (17/6/2012). Sementara anti-penghematan, partai Syriza diproyeksikan pada putaran kedua hanya mendapatkan 26,9%4 suara diikuti partai penguasa, PASOK yang diprediksi mendapatkan 12,3% suara.