INILAH.COM, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menetapkan kupon obligasi PT Medco Energi Internasional Tbk III tahun 2012 senilai Rp1,50 triliun dengan kupon sebesar 8,75% per tahun.
Selain itu, perseroan juga memitigasi risiko nilai tukar dengan menandatangani perjanjian derivatif dengan PT Bank DBS Indonesia dan Standard Chartered Bank untuk melakukan transaksi cross currency swap (CSS) terhadap obligasi tersebut. Dana hasil itu akan diterima dalam mata uang dolar AS.
Oleh karena itu, perseroan telah melakukan konversi terhadap kewajiban rupiah menjadi kewajiban US$ dengan pokok beban bunga yang akan dibayar perseroan sebesar 4,85% per tahun.
"Kami telah memberikan sesuai janji kepada para pemegang saham untuk mengamankan pendanaan baru dan menggantikan pinjaman yang ada saat ini atau mengakuisisi aset baru dengan beban bunga di bawah 5% per tahun," ujar Direktur Keuangan MEDC, Syamsurizal Munaf, Senin (18/6/2012).
Perseroan telah menerbitkan obligasi senilai Rp1,50 triliun dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Jangka waktu penerbitan obligasi tersebut 5 tahun yang akan jatuh tempo pada 2017. Dana hasil penerbitan obligasi untuk membiayai akuisisi aset produksi minyak dan gas di Indonesia dan luar negeri dan 70% untuk pendanaan ulang dan 30% untuk tambahan modal kerja dan belanja modal.
Perseroan telah menunjuk PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk. [hid]