INILAH.COM, Jakarta – Partai probailout Yunani dipastikan jadi pemenang pemilu. Bursa Asia pun positif sehingga IHSG diprediksi menguji resistance 3.850-3.880. Pilih 11 saham siap reversal.
Pada sesi pertama perdagangan Senin (18/6/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 65,31 poin (1,71%) ke level 3.883,422. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 14,08 poin (2,17%) ke angka 664,329.
Pergerakan indeks siang ini cukup ramai yang didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,79 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 4,2 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2,01 triliun di pasar regular dari total Rp2,3 triliun dan frekuensi 61,590kali. Sebanyak 208 saham menguat, sedangkan 52 saham melemah dan 66 saham stagnan.
Penguatan indeks juga diwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp128,7 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp913,8 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp785,11 miliar.
Semua sektor saham kompak mendukung penguatan indeks. Saham sektor konsumsi memimpin penguatan 2,93%, pertambangan 2,56%, perkebunan 2,40%, manufaktur 2,31%, aneka industri 2,02%, keuangan 1,61%, industri dasar 1,58%, perdagangan 1,35%, properti 0,55%, dan infrastruktur 0,46%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, hasil terakhir yang didapat dari penghitungan 95% suara pada Pemilu Yunani menunjukkan, Partai New Democracy (ND) dan PASOK, dua partai utama pendukung bail-out, sudah mendapatkan total 162 kursi dari 300 kursi parlemen yang diperebutkan. Rinciannya, ND sebanyak 129 kursi dan PASOK sebanyak 33 kursi.
Menurutnya, dengan memperoleh lebih dari 50% suara, diharapkan kedua partai ini bisa membentuk sebuah pemerintahan koalisi yang kuat. “Tujuannya, guna membawa Yunani keluar dari krisis keuangan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (11/6/2012).
Akibatnya, indeks di kawasan Asia bergerak naik. Selain itu, nilai tukar euro menguat sebesar 0,67% pada perdagangan pagi.
Pada hari Jumat (15/6/2012) kemarin, Satrio mengakui, IHSG akhirnya gagal ditutup dengan signal positif setelah gagal menembus resistance di 3.825-3.830. “Tapi, sentimen positif dari hasil Pemilu Yunani diharapkan bakal membawa IHSG untuk menguji kisaran resistance di 3.850-3.880,” paparnya. “Hanya penutupan di atas 3.880 yang akan mengakhiri tren turun jangka menengah dari IHSG.”
Di atas semua itu, meski IHSG gagal memberikan signal positif pada hari Jumat lalu, beberapa saham sebenarnya sudah terlihat menunjukkan tanda-tanda untuk mengalami reversal. Terutama, pada saham-saham penghasil mineral seperti PT Aneka Tambang (ANTM) dan PT Timah (TINS).
Selain kedua saham tersebut, lanjut Satrio, posisi spekulatif beli bisa dilakukan pada saham perbankan seperti PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
Di sektor industri dasar semen seperti PT Semen Gresik (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP). Di sektor infrastruktur, PT Jasa Marga (JSMR), PT Telkom (TLKM) dan PT Wijaya Karya (WIKA). Terakhir di sektor Crude Palm Oil (CPO) adalah PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT London Sumatera Plantation (LSIP).