INILAH.COM, Jakarta - PT MNC Sky Vision Tbk akan menggelar penawaran umum saham perdana dengan perolehan dana di atas Rp1 triliun sepanjang 2012 meski bursa saham global dan domestik kurang kondusif. Lalu bagaimana prospek penawaran umum saham perdana PT MNC Sky Vision Tbk?
Perseroan melepas harga saham perdana di kisaran Rp1.460-Rp1.750 per saham dengan jumlah saham yang dilepas sebesar 1,41 miliar saham. Dana hasil penawaran umum saham perdana yang akan didapatkan sekitar Rp2,06 triliun-Rp2,46 triliun.
Penggunaan dana hasil penawaran umum tersebut sebesar 70% digunakan untuk belanja modal seperti pembelian, peralatan penyiaran seperti dekoder, antena, kartu tayang dan peralatan penunjang penyiaran lainnya, dan 20% akan digunakan untuk melunasi hutang.
Analis PT BNI Securities Viviet S.Putri melihat, harga saham perdana PT MNC Sky Vision Tbk di kisaran Rp1.460-Rp1.750 cukup mahal. Hal itu dikarenakan PE (price earning) 2012 perseroan sekitar 34x dan ebitda di kisaran 10,6x-12,5.
Perseroan menargetkan meraih pendapatan Rp2,3 triliun-Rp2,4 triliun pada 2012 dari realisasi tahun 2011 senilai Rp1,73 triliun. Ebitda 2011 ditargetkan mencapai Rp1 triliun pada 2012 dari realisasi tahun 2012 Rp728 miliar.
Sementara itu, Managing Research PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, harga saham MNC Sky Vision Tbk yang ditawarkan sebesar Rp1.460-Rp1.750 dinilai wajar. Hal itu dikarenakan dari sisi bisnis dan cakupan pelanggan perseroan jauh lebih besar.
Lalu bagaimana peluang penawaran umum saham perdana PT MNC Sky Vision Tbk, Reza menuturkan, bila saham-saham yang dinilai bagus dan ditopang oleh nama grup besar akan selalu diminati investor. Namun, kadang investor hanya mengejar listring di hari pertama untuk mendapatkan gain. "Perlu adanya pihak-pihak yang dapat menggerakkan saham ini agar terlihat likuid sehingga tidak bernasib seperti KLBV yang harganya cenderung sideaways dan tidak banyak investor yang mentransaksikan," tutur Reza.
Reza menambahkan, pencatatan saham perdana PT MNC Sky Vision Tbk yang dilakukan pada Juli 2012 diharapkan dapat mendukung pergerakan saham PT MNC Sky Vision Tbk."Semoga mood investor mulai membaik dan didukung oleh pasar yang semakin pulih sehingga bisa membantu saham ini bergerak stabil," kata Reza.
Adapun penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana untuk membeli sejumlah peralatan penyiaran dan perbaikan fasilitas recorder dinilai menunjukkan peluang bertumbuh perusahaan itu masih ada. Reza mengatakan, perusahaan perlu untuk melakukan riset mendalam mengenai konten dan layanan yang dibutuhkan para pemirsa dan calon pelanggan sehingga perseroan dapat menjaga pangsa pasarnya.
"Meskipun mereka sudah bisa disebut sebagai pemimpin pangsa pasar pay tv namun masih ada ruang untuk bertumbuh. Hal ini terlihat dari penetrasi pay tv pada sejumlah pemukiman baik hunian rumah maupun apartemen belum maksimal, namun sebagai pemimpin pangsa pasar maka teknologi konten yang mereka tawarkan akan menjadi tolak ukur bagi para pendatang baru dan bukan tidak mungkin provider tv lainnya akan mencari celah," jelas Reza.
Diretur Utama PT MNC Sky Vision Tbk Rudijanto Tanoesodibjo optimis penawaran umum saham perdana PT MNC Sky Vision Tbk dapat diterima baik oleh calon investor meski bursa saham global sedang volatile. Pihaknya sebagai pemimpin pangsa pasar di pay tv dinilai menjadi salah satu kelebihan perseroan.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebagian besar ditopang konsumsi domestik diharapkan dapat menunjang bisnis perseroan. "Investor bisa menilai apa yang baik dan tidak baik. Investor makin kritis melihat perusahaan yang layak untuk investasi dan tidak. Penguasaan pangsa pasar MNC Sky Vision menjadi keunggulan perseroan," kata Rudijanto.