INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, laju IHSG diprediksi datar-turun. Sentimen negatif datang dari pemangkasan peringkat utang Spanyol oleh Egan-Jones. Tak satu pun saham jadi pilihan.
Pada sesi pertama perdagangan Kamis (14/6/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 34,22 poin (0,89%) ke level 3.826,242. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 6,26 poin (0,95%) ke angka 651,439.
Pergerakan indeks siang ini kurang ramai yang didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 822,8 juta lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 1,53 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,02 triliun di pasar regular dari total Rp1,5 triliun dan frekuensi 57,187 kali. Sebanyak 47 saham menguat, sedangkan 193 saham melemah dan 60 saham stagnan.
Pelemahan indeks juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp70,05 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp445,2 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp515,2 miliar.
Semua sektor saham, kompak mendukung pelemahan indeks. Saham sektor properti memimpin pelemahan 1,51%, disusul perdagangan 1,37%, industri dasar 1,28%, keuangan 1,20%, infrastruktur 1,12%, perkebunan 0,80%, manufaktur 0,46%, aneka industri 0,33%, perkebunan 0,23%, dan konsumsi 0,08%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, meskipun hanya naik 7 poin, posisi penutupan IHSG kemarin sebenarnya merupakan signal positif. “Sebab, indeks berhasil ditutup diatas resistancepertama 3.855,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (14/6/2012).
Akan tetapi,lanjut Satrio, koreksi 0,62% yang terjadi pada Dow Jones Industrial Average (DJIA) sepertinya bakal mempersulit berlanjutnya sentimen positif yang sedang berkembang di pasar. “Indeks DJIA semalam terkoreksi setelah lembaga perating Egan-Jones kembali menurunkan peringkat surat hutang Spanyol sebanyak 1 peringkat menjadi CCC+,” papar Satrio.
Sentimen negatif ini,kata dia, diperkirakan bakal membuat IHSG bergerak flat-turun dengan kisaran utama di 3.824-3.880.“Suport dan resistancetersebut adalah yang utama untuk tren jangka menengah dengan potensi kenaikan hingga 4.075-4.100 jika resistanceberhasil ditembus. Sebaliknya,ada potensi koreksi hingga 3.575-3.600jika supportberhasil ditembus,” imbuhnya.