INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan masih dalam tren sideways pada perdagangan Rabu (13/6/2012) setelah gagal dituutp di bawah level 3.830.
Demikian dikatakan analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko, kemarin. Dalam kondisi pasar seperti sekarang ini lebih baik menunggu saatnya buy on weakness untuk saham batubara yang telah terkoreksi cukup tajam. "Hal itu untuk mengejar momentum naik karena ditakutkan tren turun belum berakhir," katanya.
IHSG kemarin ditutup turun 0,3% e level 3.852,41 dengan volume Rp3,2 triliun. Untuk hari ini IHSG akan berada di level 3.830-3.925.
Saham yang direkomendasikan seperti saham ADRO, HRUM, ITMG dan LPKR. Untuk saham ADRO disarankan beli di 1.270 dengan cut loss di 1.60. Dengan penurunan harga di bawah US%90 per ton, dengan biaya produksi US$45 per ton maka perseroan masih bisa membukukan laba di sisa akhir tahun ini.
Untuk saham LPKR disarankan beli dengan target 760 dengan cut loss di 680. Saham ITMG dengan target harga 35.250 dengan cut loss 32.000. Sementara saham HRUM disarankan beli dengan target harga 5.700 dengan cut loss 4.950.
Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham HRUM dan AKRA. Untuk saham AKRA yang mampu bertahan di atas support MA200 dan berkonsolidasi di atas level 3.600 menunjukkan terdapat potensi bagi saham ini untuk melanjutkan kenaikannya. Jika AKRA mampu menembus resisten di 3.750, AKRA berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 4.125 dengan minor target 3.900. Jika 4125 berhasil dilampaui, target selanjutnya adalah 4350. Saham AKRA disarankan beli jika break di 3.750 dengan stoploss di level 3.525.
Untuk saham HRUM yang terus mengalami penurunan setelah menembus support 6600-nya. Saat ini HRUM hampir mencapai target penurunannya di area 5150 – 4900 dan menjadi area menarik untuk melakukan Buy On Weakness. Jika HRUM mampu bertahan di target penurunannya, saham ini memiliki peluang untuk mengalami technical rebound ke kisaran 5800 – 6050. Saham HRUM disarankan buy on weakness dengan stoploss di level 4.900.