INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, IHSG berada dalam fase sinyal bullish. Karena itu, setiap aksi jual mendapat perlawanan beli. Tapi, jika krisis Eropa bertambah parah, indeks bisa meluncur.
Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities mengakui adanya risiko penurunan IHSG ke 3.500-3.600. Tapi,menurutnya, untuk mencapai angka itu butuh waktu lama. “Itupun baru akan menjadi kenyataan jika krisis Eropa parah,” tuturnya.
Untuk jangka pendek,lanjutnya, fokus pasar masih pada pemilu Yunani 17 Juni 2012.Berdasarkan hasil survei terakhir, pihak-pihak yang antibailout tinggal 30%. “Karena itu, pascapemilu, kemungkinan besar Yunani masih bertahan jadi bagian dari Uni Eropa. Untuk saat ini, itu jadi sinyal positif di pasar,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Selasa (12/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemeh 13,64 poin (0,35%) ke posisi 3.852,578 dengan intraday terendah 3.824,949 dan tertinggi 3.855,447. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 1,37 poin (0,21%) ke angka 656,712.Berikut ini wawancara lengkapnya:
IHSG melemah ke 3.852,5. Bagaimana Anda melihat arahnya Rabu (13/6/2012) ini?
Secara teknikal, indeks saham domestik memiliki kecenderungan menguat Rabu ini. IHSG akan beregrak dalam kisaran support 3.786 dan resistance 3.907.
Bagaiamana penjelasan teknikalnya?
Potensi penguatan indeks, karena secara teknikal memiliki kekuatan dari sinyal bullish-nya. Pelemahan IHSG sebesar 13,64 kemarin,secara teknikal menunjukkan adanya perlawana beli seiring sinyal bullish yang terbentuk sebelumnya.Selama indeks berada di atas 3.705, indeks masih menunjukkan sinyal bullish. Karena itu, koreksi kemarin masih dianggap wajar.
Jika indeks ternyata menembus resistance 3.907?
Apalagi, jika IHSG menembus resistance 3.907, tren indeks naik dan memasuki fase strong bullish (tidak sebatas sinyal).
Ada risiko turun?
Memang, karena sekarang baru sinyal bullish, IHSG tetap memiliki risiko penurunan ke bawah level-level support-nya. Tapi, untuk menembus support tersebut, indeks mendapat perlawanan sehingga balik arah menguat atau pelemahannya jadi terbatas.
Ada ketakutan IHSG melemah ke 3.500-3.600?
Risiko penurunan IHSG ke 3.500-3.600 memang ada. Tapi, untuk mencapai angka itu butuh waktu lama. Itupun baru akan menjadi kenyataan jika krisis Eropa parah. Untuk jangka pendek,fokus pasar masih pada pemilu Yunani 17 Juni 2012.Berdasarkan hasil survei terakhir, pihak-pihak yang anti terhadap bailout tinggal 30%. Karena itu, pascapemilu, kemungkinan besar Yunani masih bertahan jadi bagian dari Uni Eropa. Untuk saat ini, itu jadi sinyal positif di pasar.
Saham-saham pilihan Anda?
Saya rekomendasikan positif saham-saham yang defensif terkait BI rate yang masih dipertahankan di angka 5,75% oleh Bank Indonesia (BI).Saya sodorkan tujuh sahamdari sektor consumer goods, aneka industri, infrastruktur, properti, industri dasar, dan keuangan.
Saham-saham pilihanadalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Astra Internasional (ASII), PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Lippo Cikarang (LPCK), PT Semen Gresik (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?
Saya rekomendasikan buy and hold saham-saham tersebut dan lakukan penjualan secara bertahap saat mencapai level overbought (jenuh beli)-nya. Selama IHSG berada di atas 3.705, hold saham saham-saham itu. Sebab, sinyal IHSG masih bullish.