INILAH.COM, Jakarta – Awal pekan ini, inverstor tidak disarankan untuk melakukan pembelian pada saham-saham yang mendekati area resistancenya.
"Saya sarankan agar para investor menunggu hingga harga telah mencapai area bottom selanjutnya," ujar Gema Gperyadi, Presiden Direktur PT Astronacci International dalam risetnya Senin (11/6/2012).
Hingga 8 Juni 2012 kemarin, pergerakan harga IHSG masih menunjukkan bahwa fase distribusi sedang berlangsung. Diharapkan investor mengacu pada pembentukan resisten/puncak baru yang berpeluang terbentuk pada 13 atau 18-19 Juni 2012.
Hari ini, bulan melintasi titik 0 ekuator bumi yang dapat berpengaruh kepada pembentukan support minor, untuk mengangkat IHSG naik sekali kali lagi memasuki fase distribusinya. Pada dasarnya, IHSG akan memasuki fase sideways setelah puncak baru terbentuk. "Pada pekan ini, IHSG diperkirakan akan berada di level 3.935 sebagai resisten dan 3.800 sebagai support,”katanya.
IHSG telah bergerak membentuk puncaknya pada 7 Juni 2012 kemarin, setelah berhasil memenuhi area gap keduanya. Saat ini, IHSG dipengaruhi pergerakan bulan yang berada pada titik 0 ekuator bumi, yang akan membawa harga kembali bergerak menuju area time resistance pada 13 atau 18-19 Juni 2012 dalam fase corrective rally.
Menariknya, pada 13 Juni 2012, akan dijumpai siklus astrologi yang cukup penting untuk pergerakan harga jangka pendek, yakni Sun Trine (Waning) Saturn, yang akan membawa IHSG membentuk area resisten barunya. Menjelang tanggal ini, diperkirakan investor akan melakukan profit taking kembali (bagi short-term trader).
Dalam 2 hari ke depan, IHSG berpeluang membentuk formasi higher-low, di mana pelemahan harga pada 8 Juni 2012 yang lalu akan menjadi fase pembentukan support minor baru.
Gema menyarankan investor melakukan aksi profit taking pada saat IHSG mencapai area time resistancenya pada 13 Juni 2012 ini. “Bagi investor yang telah membukukan keuntungan di atas 5% dan terlihat harga mendekati area resisten terdekat, dapat segera merealisasikan keuntungan pada area peak tersebut, sebelum saham kembali melanjutkan pelemahannya akibat aksi ambil untung,”pungkasnya. [ast]