INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Senin (11/6/2012) diperkirakan akan menguat. Hal ini ditunjukkan secara teknis harian dan mingguan. Apa saham pilihan untuk awal pekan?
Edwin Sebayang, analis dari MNC Securities mengatakan, secara teknis, ada indikasi indeks hari ini akan menguat. Hal ini berdasarkan data daily, dimana terbentuk pola Abandoned Baby di level bawah IHSG. “IHSG hari ini akan bergerak di level support 3805 dan resistance 3879,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Demikian juga secara mingguan, dimana terbentuk pola White Candle atas IHSG. Hal ini mengindikasikan berlanjutnya penguatan untuk sepekan ini,”Indeks memiliki support sepekan di 3670 dan resistance 3944,”katanya.
Dampak optimisme pemimpin Zona Euro akan mengatasi krisis hutang yang sedang terjadi, termasuk rencana merekapitalisasi perbankan Spanyol yang diperkirakan memerlukan dana sekitar 40 miliar euro (US$50 miliar) sambil menunggu hasil audit independen, mendorong indeks Dow Jones kembali menguat 93,24 poin (0,75%).
Hal ini diikuti kembali turunnya The CBOE Volatility Index sebesar 2,26% dan ditutup pada level 21.23. Alhasil, selama sepekan ini, indeks Dow Jones menguat 3,59% menjadikan kenaikan mingguan terbaik 2012.
Sementara membaiknya data ekonomi dan tenaga kerja AS dua bulan terakhir yang tertuang dalam laporan Beige Book, membaiknya data pertumbuhan ekonomi di beberapa negara dan pemotongan suku bunga di China dan Austalia, juga mendorong reboundnya harga komoditas seperti minyak dan nikel.
Adapun berkurangnya "amunisi" hedge fund asing, menguatnya rupiah, pemotongan suku bunga China dan pulihany bursa regional, mendorong penguatan IHSG selama sepekan sebesar 25,56 poin (0,67%) pada level 3.825,35. Ini terjadi di tengah berkurangnya tekanan jual asing yang hanya membukukan net sell Rp 622.3 miliar (dibandingkan Net Sell Investor Asing dua pekan lalu sebesar Rp 2,52 triliun).
Di sisi lain, Yuganur Widjanarka, analis dari HD Capital mengatakan, kenaikan IHSG masih akan tertahan oleh sentimen Eropa yang belum tuntas, karena S&P memperingatkan akan men-downgrade negara-negara Eropa. “Selain itu closing level IHSG di bawah level 3830 masih membuka peluang koreksi,”katanya.
Di tengah situasi ini, Yuga merekomendasikan investor untuk membeli di harga rendah untuk beberapa saham. Pilihannya adalah ASII, ANTM, BBRI dan BKSL,”Rekomendasi buy on weakness untuk emiten-emiten ini,”tukasnya. [nat]