Selasa, 18 Juni 2013 | 11:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Apa Pilihan Saham Awal Pekan?
Headline
inilah.com
Oleh: Th.Asteria
pasarmodal - Senin, 11 Juni 2012 | 04:58 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Senin (11/6/2012) diperkirakan akan menguat. Hal ini ditunjukkan secara teknis harian dan mingguan. Apa saham pilihan untuk awal pekan?

Edwin Sebayang, analis dari MNC Securities mengatakan, secara teknis, ada indikasi indeks hari ini akan menguat. Hal ini berdasarkan data daily, dimana terbentuk pola Abandoned Baby di level bawah IHSG. “IHSG hari ini akan bergerak di level support 3805 dan resistance 3879,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Demikian juga secara mingguan, dimana terbentuk pola White Candle atas IHSG. Hal ini mengindikasikan berlanjutnya penguatan untuk sepekan ini,”Indeks memiliki support sepekan di 3670 dan resistance 3944,”katanya.

Dampak optimisme pemimpin Zona Euro akan mengatasi krisis hutang yang sedang terjadi, termasuk rencana merekapitalisasi perbankan Spanyol yang diperkirakan memerlukan dana sekitar 40 miliar euro (US$50 miliar) sambil menunggu hasil audit independen, mendorong indeks Dow Jones kembali menguat 93,24 poin (0,75%).

Hal ini diikuti kembali turunnya The CBOE Volatility Index sebesar 2,26% dan ditutup pada level 21.23. Alhasil, selama sepekan ini, indeks Dow Jones menguat 3,59% menjadikan kenaikan mingguan terbaik 2012.

Sementara membaiknya data ekonomi dan tenaga kerja AS dua bulan terakhir yang tertuang dalam laporan Beige Book, membaiknya data pertumbuhan ekonomi di beberapa negara dan pemotongan suku bunga di China dan Austalia, juga mendorong reboundnya harga komoditas seperti minyak dan nikel.

Adapun berkurangnya "amunisi" hedge fund asing, menguatnya rupiah, pemotongan suku bunga China dan pulihany bursa regional, mendorong penguatan IHSG selama sepekan sebesar 25,56 poin (0,67%) pada level 3.825,35. Ini terjadi di tengah berkurangnya tekanan jual asing yang hanya membukukan net sell Rp 622.3 miliar (dibandingkan Net Sell Investor Asing dua pekan lalu sebesar Rp 2,52 triliun).

Di sisi lain, Yuganur Widjanarka, analis dari HD Capital mengatakan, kenaikan IHSG masih akan tertahan oleh sentimen Eropa yang belum tuntas, karena S&P memperingatkan akan men-downgrade negara-negara Eropa. “Selain itu closing level IHSG di bawah level 3830 masih membuka peluang koreksi,”katanya.

Di tengah situasi ini, Yuga merekomendasikan investor untuk membeli di harga rendah untuk beberapa saham. Pilihannya adalah ASII, ANTM, BBRI dan BKSL,”Rekomendasi buy on weakness untuk emiten-emiten ini,”tukasnya. [nat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.