INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi melemah pada perdagangan saham Senin (11/6/2012). Hal itu didorong dari situasi Eropa masih menggantung.
"Walapun Dow ditutup positif, namun peringatan lembaga peringkat utang Standard and Poors akan downgrade lebih lanjut mengenai negara-negara Eropa dapat menahan kenaikan lebih lanjut di IHSG," ujar Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko, seperti dikutip dari situs perseroan, akhir pekan ini.
Menurut Yuganur, secara teknikal penutupan di bawah level 3.830 kurang baik sehingga IHSG rentan koreksi. Sehingga bila IHSG melemah, Yuganur merekomendasikan buy on weakness di beberapa saham pilihan.
Sementara itu, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, IHSG ada potensi penguatan pada perdagangan saham Senin (11/6/2012). Hal itu dipicu dari masa pembagian dividen sejumlah emiten besar dan ada kepastian Spanyol akan dibailout senilai US$125 miliar untuk merekapitalisasi bank Spanyol yang membutuhkan.
Adapun saham-saham yang menjadi pilihan, Willy merekomendasikan, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Intiland Tbk (DILD), saham PT Bukit Sentul Tbk (BKSL)."Saya merekomendasikan strong buy untuk saham ENRG dan DILD sedangkan saham BUMI dan ADRO buy on weakness," ujar Willy.
Yuganur merekomendasikan buy saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan saham PT Bukit Sentul Tbk (BKSL).