Minggu, 26 Mei 2013 | 04:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Willy Sanjaya
Kepercayaan Pasar Sudah Kembali
Headline
Willy Sanjaya - Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Kamis, 7 Juni 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Kamis (7/6/2012) diprediksi meneruskan penguatan. Kembalinya kepercayaan pasar dan faktor cum dividend jadi katalisnya. Rekomendasi positif sembilan saham.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, ada beberapa faktor yang berpeluang mendukung penguatan indek. Terutama, kembali kepercayaan pasar dengan berkurangnya kecemasan. Hal ini ditandai dengan hampir habisnya aksi net sell asing.

Menurutnya, penguatan indeks juga mendapat dukungan dari cum dividend berbagai emiten. “Pasar juga sudah mengantisipasi positif kinerja emiten untuk kuartal II-2012,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (6/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 123,46 poin (3,32%) ke posisi 3.841,331 dengan intraday tertinggi 3.841,488 dan terendah 3.734,721. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 24,18 poin (3,85%) ke angka 652,733. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG menguat 3,32%, bagaimana Anda melihat arahnya Kamis (7/6/2012) ini?

Saya perkirakan, IHSG akan melanjutkan penguatan Kamis ini. Indeks akan bergerak pada kisaran support 3.815 dan resistance 3.905.

Apa yang membuat Anda yakin IHSG menguat hari ini?

Kalau kita lihat, penguatan IHSG dalam dua hari terakhir hingga mencapai lebih dari 4%, sudah menandakan berkurangnya kecemasan pasar. Artinya, kepercayaan pasar sudah kembali. Apalagi, net sell (aksi jual bersih) dari investor asing tampak sudah habis.

Tapi, asing masih net sell Rp58 miliar kemarin?

Meski tersisa net sell sebesar Rp58,1 miliar pada perdagangan kemarin, aksi jual dan aksi beli dari investor asing hampir seimbang yakni sama-sama sebesar Rp1,7 triliun. Artinya, investor asing sudah kembali melakukan akumulasi saham.

Meski di satu sisi investor asing jual dalam jumlah besar tapi di sisi lain investor asing beli yang juga dalam jumlah besar sehingga komposisinya sudah seimbang. Karena itu, meski penguatan indeks masih dimotori oleh investor lokal, saya perkirakan, asing akan mengikutinya mulai pekan depan.

Karena itu, saya perkirakan, Kamis ini, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan 50 poin sudah di depan mata.

Ada faktor lain yang mendukung penguatan indeks?

Penguatan indeks, juga ditopang oleh faktor cum dividend. Antara lain, emiten PT Harum Energy (HRUM) di Rp380 per saham. Begitu juga dengan ANTM dan lain-lain. Pada saat yang sama, setelah kinerja emiten untuk kuartal I-2012 sudah semua dirilis, pasar juga sudah mulai mengantisipasi positif rilis kinerja emiten untuk kuartal II-2012.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif sembilan saham dari sektor pertambangan batu bara, energi, dan pertambangan logam. Lalu, sektor properti dan grup Astra. Saham-saham pilihan adalah PT Adaro Energy (ADRO) yang sudah terlalu murah, PT Bumi Resources (BUMI), PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Aneka Tambang (ANTM),dan PT Timah (TINS),

Di sektor properti, PT Intiland Development (DILD), PT Bukit Sentul City (BKSL), PT Astra Internasional (ASII), dan PT United Tractor (UNTR).

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut karena berpotensi terus melanjutkan penguatan.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.