INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Selasa (5/6/2012) diperkirakan akan melanjutkan koreksi. Namun, ada beberapa saham sebenarnya sudah dalam posisi cukup murah untuk BOW.
Eric Ng, analis Citipacific Securitiesmengatakan, berdasarkan indikator teknikal,IHSG saat ini sudah memasuki fase downtrend,”Sehingga indeks diperkirakan masih akan lanjutkan koreksi dengan menguji support 3600 dan resistant 3693,”katanya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, krisis Eropa masih akan memberatkan pasar keuangan untuk rebound, meskipun koreksi awal pekan lebih banyak disebabkan oleh data laporan tenaga kerja di AS yang dibawah ekspektasi. Sementara perkembangan terbaru penyelesaian krisis Eropa, belum ada kesepakatan soal penerbitan euro bond dan spekulasi keluarnya Yunani dari zona Eropa.
Penarikan likuiditas dolar AS dari emerging market dan pasar yang dipersepsi berisiko tinggi,masih terus berlangsung sehingga potensi penguatan dolar ASmasih berlanjut. Hal ini terjadiseiring masih tingginya tensi pemburukan krisis di Eropa.
Sementara rupiah dalam posisi 9400-an merupakan hasil intervensi BI dengan menggelontorkan dolar di pasar valas. “Namun intervensi ini tidak bisa terus dilakukan, karena akan semakin menipiskan cadangan devisa,”ujarnya.
Adapun aksi jual investor terus berlangsung di pasar saham, tanpa ada perlawanan (bargain hunting). Padahal koreksi yang terus berlangsung sepanjang Mei ini,telah membuat harga saham-saham unggulan terdiskon sangat dalam.
Di tengan situasi ini, Eric menyarankan investor untuk menunggu lanjutan koreksi IHSG, karena masih akan menguji bottom berikutnya untuk meredam trend penurunan. Sementara itu,beberapa saham sebenarnya sudah dalam posisi cukup murah untuk BOW.
Terutama di sektor-sektor yang less affected (tidak terkena dampak langsung) krisis Eropa yang menurunkan kegiatan ekspor, yakni sektor konsumendan properti, sektor yang berbasis pasar dalam negeri.
Pilihannya adalahUNVR, INDF, SSIAdan BSDE,”Rekomendasi buy on weakness pada emiten-emiten ini,”ucapnya. [nat]