INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Selasa (5/6/2012) diprediksi alami technical rebound. Saham bluechip dari grup Astra dan pertambangan layak jadi perburuan.
Pada perdagangan Senin (4/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 145,18 poin (3,82%) ke posisi 3.654,582 dengan intraday tertinggi 3.730,045 dan terendah 3.635,283. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang 25,71 poin (4,01%) ke posisi 615,717.
Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim memperkirakan, IHSG pada Selasa (5/6/2012) akan balik arah menguat. “IHSG memiliki support 3.600 dan resistance 3.700,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (4/6/2012).
Tapi, kata dia, setelah rebound ke 3.700, IHSG berpeluang kembali melemah. Sebab, penguatan ini semata faktor technical rebound setelah indeks menembus support kedua dan ketiga akibat tekanan jual dari para investor. “Secara umum, pada bursa Asia pun berpeluang mengalami technical rebound,” ujarnya.
Pelemahan IHSG kemarin, Irwan menjelaskan, seiring koreksi yang terjadi di bursa global seiring pelemahan harga komoditas dan mata uang euro. “Investor secara umum masih mencermati pasar finansial di Eropa dan data-data ekonomi di Amerika,” papar Irwan.
Tapi, dia menengarai, pelemahan IHSG yang tajam hingga mendekati 4% kemarin di tengah pelemahan rata-rata bursa Asia yang hanya 2%, dipicu oleh faktor tidak stabilnya politik di dalam negeri.
Menurutnya, pasar melihat, kasus Wisma Atlet di Hambalang sudah masuk ke jantung partai penguasa bahkan mengoyang menteri keuangan. “Pasar melihat, poltik tidak stabil. Karena itu, pelemahan IHSG lebih dalam dibandingkan bursa Asia lainnya,” tandas Irwan.
Di atas semua itu, Irwan yakin, IHSG hari ini beluang rebound dan masih akan didominasi oleh saham-saham bluechip di grup Astra dan saham-saham di sektor pertambangan. Karena itu, dia merekomendasikan positif satu saham dari grup Astra dan lima saham dari sektor pertambangan baik batu bara maupun logam.
Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bukit Asam (PTBA) dan PT Aneka Tambang (ANTM). “Saham-saham tambang mengalami pelemahan tajam sehingga potensi technical rebound-nya cukup besar,” tandas Irwan.
Bagi investor yang harga sahamnya tersangkut pada saham-saham tersebut, posisi harga saat ini jadi kesempatan untuk melakukan average down untuk mengimbangi pembelian sebelumnya yang tersangkut di harga tinggi. “Tapi, pelaku pasar juga bisa speculative buy dengan pola permainan yang cepat,” imbuh Irwan.