INILAH.COM, Jakarta - Kontribusi pabrik Butadin yang dibangun PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan investasi US$150 juta adalah MixC4. Perseroan mengincar hasil ekspor sebesar 220 ribu ton per tahun atau senilai US$1300 per ton.
Menurut Suryandi, Vice Presiden PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dalam jumpa persnya Senin (4/6/2012), MixC4 ini diproduksi sebanyak 100.000 ton per tahun. Produk ini merupakan bahan yang diperlukan oleh industri ban yang dicampur dengan karet alam. "Ekspor dilakukan masih di region Asia seperti Korea dan Thailand," ujarnya.
Selanjutnya untuk produksi, masih menggunakan lokasi area pabrik milik Chandra Asri. Luas area yang dipergunakan sekitar 10-12 hektar.
Perkembangan produksi petrokimia, saat ini masih dipengaruhi dampak ekonomi global. Oleh karenanya bukan hanya perseroan saja tapi juga industri petrokimia regional sampai global pun terkena imbasnya. "Walau demikian demand domestik masih cukup kuat," ujarnya.
Namun, yang perlu dilakukan lanjut Suryandi saat ini adalah menjaga agar mesin pabrik tetap berjalan. "Tingkat operasional kita untuk saat ini masih di atas 95%," katanya.
Untuk dana investasi pembangunan pabrik ini sebesar US$150 juta sudah dicairkan di bulan Februari 2012. Oleh karenanya Chandra Asri dalam masalah dana proyek pabrik Butadin ini tidak ada lagi masalah. "Dana pembangunan sudah terjamin," ujarnya.
Dana tersebut, kata Suryandi berasal dari empat bank mitra Chandra Asri, di antaranya HSBC, DBS Indonesia dan Singapura, Danamon, dan Standard Chatered Bank. [hid]